Warga Bali di Lampung Desak Polisi Tuntaskan Kasus Pelecehan

Kompas.com - 10/07/2008, 16:07 WIB

BANDAR LAMPUNG, KAMIS - Ratusan masyarakat Lampung keturunan Bali yang bermukim di Lampung Tengah, Lampung Selatan, dan Tulang Bawang, mendesak Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Bandar Lampung untuk menyelesaikan kasus pelecehan seksual yang menimpa pembantu rumah tangga mantan Bupati Lampung Tengah yang juga salah satu calon gubernur Lampung berinisial AA.

Desakan itu mereka sampaikan dalam bentuk unjuk rasa damai di Tugu Adipura Bandar Lampung, Kamis (10/7) siang. Unjuk rasa damai tersebut bertepatan dengan usainya agenda penetapan nomor urut peserta Pemilihan Gubernur Lampung 2008 yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah Lampung.

Dalam orasinya, K Radite, wakil warga Lampung keturunan Bali yang berunjuk rasa mengatakan, pihak kepolisian harus serius dan tuntas menyelesaikan masalah pelecehan seksual yang dilakukan AA kepada pembantu rumah tangganya yang bernama DE (19). DE merupakan warga keturunan Bali, sehingga sebagai bentuk solidaritas dan persaudaraan, warga keturunan Bali di Lampung bersatu padu mendesak Poltabes, Mabes Polri, dan pihak kejaksaan tinggi untuk menghukum AA sesuai perbuatannya. Mereka juga mengutuk perbuatan AA yang tidak selayaknya dilakukan seorang pemimpin tersebut.

Saat ratusan warga keturunan Bali berunjuk rasa, empat warga keturunan Bali diantaranya yaitu bernama Made Sudarsono, Karsono, Putu, dan Chandra menjadi wakil warga untuk berdialog dengan pihak Poltabes Bandar Lampung. Mereka menemui Kasat Reskrim Komisaris Polisi Namora LU Simanjuntak.

Mereka menanyakan perkembangan pengusutan dan penyelesaian kasus yang menimpa DE. Pertanyaan tersebut juga dibarengi dengan pemberian dukungan supaya polisi terus bekerja menyidik dan menuntaskan kasus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau