BANDAR LAMPUNG, KAMIS - Ratusan masyarakat Lampung keturunan Bali yang bermukim di Lampung Tengah, Lampung Selatan, dan Tulang Bawang, mendesak Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Bandar Lampung untuk menyelesaikan kasus pelecehan seksual yang menimpa pembantu rumah tangga mantan Bupati Lampung Tengah yang juga salah satu calon gubernur Lampung berinisial AA.
Desakan itu mereka sampaikan dalam bentuk unjuk rasa damai di Tugu Adipura Bandar Lampung, Kamis (10/7) siang. Unjuk rasa damai tersebut bertepatan dengan usainya agenda penetapan nomor urut peserta Pemilihan Gubernur Lampung 2008 yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah Lampung.
Dalam orasinya, K Radite, wakil warga Lampung keturunan Bali yang berunjuk rasa mengatakan, pihak kepolisian harus serius dan tuntas menyelesaikan masalah pelecehan seksual yang dilakukan AA kepada pembantu rumah tangganya yang bernama DE (19). DE merupakan warga keturunan Bali, sehingga sebagai bentuk solidaritas dan persaudaraan, warga keturunan Bali di Lampung bersatu padu mendesak Poltabes, Mabes Polri, dan pihak kejaksaan tinggi untuk menghukum AA sesuai perbuatannya. Mereka juga mengutuk perbuatan AA yang tidak selayaknya dilakukan seorang pemimpin tersebut.
Saat ratusan warga keturunan Bali berunjuk rasa, empat warga keturunan Bali diantaranya yaitu bernama Made Sudarsono, Karsono, Putu, dan Chandra menjadi wakil warga untuk berdialog dengan pihak Poltabes Bandar Lampung. Mereka menemui Kasat Reskrim Komisaris Polisi Namora LU Simanjuntak.
Mereka menanyakan perkembangan pengusutan dan penyelesaian kasus yang menimpa DE. Pertanyaan tersebut juga dibarengi dengan pemberian dukungan supaya polisi terus bekerja menyidik dan menuntaskan kasus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang