Effendi Ghazali: PDIP Punya Modal di 2009

Kompas.com - 10/07/2008, 18:45 WIB

JAKARTA, KAMIS - Pakar komunikasi politik, dari Universitas Indonesia (UI), Effendi Gazali meyakini, baru  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang siap melakukan pertarungan pada pesta demokrasi pada Pemilu 2009. Ia menilai PDIP kini sudah memiliki modal kuat dan punya keuntungan psikologis yang besar untuk memenangkan pertarungan pada pemilu legislatif dan pemilihan presiden 2009.

Kepada para wartawan, Kamis (10/7), Effendi menjelaskan, modal sekaligus keuntungan psikologis yang dimaksud adalah kemenangan dalam pertarungan pilkada di beberapa provinsi di Indonesia.

"Orang kemudian mengatakan, betapa menjelang pemilu legislatif dan pemilihan Presiden 2009, PDIP sudah menguasai beberapa pilkada. Tampil sebagai pemenang di daerah-daerah kunci. Jawa Tengah dan Bali, mungkin sebentar lagi di Jawa Timur. Publik akan membandingkan dengan partai lain yang pada saat-saat terakhir justru mengalami banyak kekalahan," ujar Effendi Gazali.

Kemenangan itu, katanya, membuktikan kepada yang lain, kader serta mesin politik PDI Perjuangan sudah teruji. Kemenangan yang menjadi keuntungan psikologis diikat kuat, merapatkan dan menguatkan barisan.

"Kemudian bersatu ke luar menghadapi pertarungan di pemilu legislatif maupun presiden. Kalau banyak kepala daerah yang memenangkan pilkada dan segera berkiprah untuk keuntungan rakyat, seperti Rustriningsih di Kebumen, akan sangat mudah menghantarkan kembali Megawati. Jangan sampai, perilaku pasangan atau para kader yang jadi kepala daerah, hanya fokus melakukan balas jasa terhadap partai, tapi  melupakan kepentingan lainnya, yang menguntungkan rakyat," katanya lagi.

Sementara itu salah satu Ketua DPP PDIP, Maruarar Sirait mengatakan, kemenangan yang diraih kader maupun pasangan yang diusung partainya dalam berbagai pilkada di daerah itu dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu mesin partai, pemilihan figur atau tokoh serta strategi kampanye. Namun Maruarar mengatakan, ada varian utama yang mempengaruhi ketiga faktor tersebut.

"Figur Ibu Mega strategis sekali dalam mendorong ketiga faktor itu. Jadi, siapapun yang memerintah, bakal ditinggal pemilih kalau hanya bisa janji tanpa ada bukti. Rakyat sudah tidak butuh retorika. Rakyat butuh bukti," katanya.

Salah satu hal penting yang harus dilakukan dalam proses transformasi itu adalah dalam bentuk politik anggaran. "Anggaran yang tertuang dalam APBD itu harus pro rakyat, efektif dan produktif. Jangan hanya besar dalam jumlah alokasinya, tetapi targetnya juga harus terukur," tandas Maruarar. (Persda Network/yat)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau