Bunga Kredit Usaha Rakyat Dirasa Terlalu Tinggi

Kompas.com - 11/07/2008, 05:29 WIB

SOLO, KAMIS - Bunga kredit usaha rakyat (KUR) yang berlaku saat ini dirasakan terlalu tinggi bagi usaha kecil dan menengah (UKM) dan koperasi. Sebagai contoh, bunga KUR yang ditetapkan Bank Bukopin saat ini mencapai 16 persen. Selain Bank Bukopin, KUR juga disalurkan oleh Bank BRI, BNI, Mandiri, Syariah Mandiri, dan BTN.

Saroyo, perajin gamelan dari Wirun, Mojolaban, Sukoharjo menuturkan, sebenarnya ia tertarik mengambil KUR bila saja bunga yang ditetapkan rendah. Bunga sebesar 14-16 persen per tahun atau lebih dari 1 persen per bulan, menurutnya terasa berat bagi pelaku UKM.

Saya kira kreditnya berbunga lunak, ternyata tinggi juga bunganya. Saya baru-baru ini terpaksa ambil kredit dari sebuah bank dengan bunga 1,1 persen per bulan. Ini saja terasa berat buat saya. Apalagi bunga KUR yang 16 persen/tahun. Berarti per bulan 1,3 persen, jelas Saroyo, Kamis (10/7).

Pemimpin Bank Bukopin Cabang Solo Erwin Syamsuar mengungkapkan, bunga KUR ditetapkan sama dengan bunga komersial karena sumber dana KUR sepenuhnya dari bank penyalur.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau