SOLO, KAMIS - Bunga kredit usaha rakyat (KUR) yang berlaku saat ini dirasakan terlalu tinggi bagi usaha kecil dan menengah (UKM) dan koperasi. Sebagai contoh, bunga KUR yang ditetapkan Bank Bukopin saat ini mencapai 16 persen. Selain Bank Bukopin, KUR juga disalurkan oleh Bank BRI, BNI, Mandiri, Syariah Mandiri, dan BTN.
Saroyo, perajin gamelan dari Wirun, Mojolaban, Sukoharjo menuturkan, sebenarnya ia tertarik mengambil KUR bila saja bunga yang ditetapkan rendah. Bunga sebesar 14-16 persen per tahun atau lebih dari 1 persen per bulan, menurutnya terasa berat bagi pelaku UKM.
Saya kira kreditnya berbunga lunak, ternyata tinggi juga bunganya. Saya baru-baru ini terpaksa ambil kredit dari sebuah bank dengan bunga 1,1 persen per bulan. Ini saja terasa berat buat saya. Apalagi bunga KUR yang 16 persen/tahun. Berarti per bulan 1,3 persen, jelas Saroyo, Kamis (10/7).
Pemimpin Bank Bukopin Cabang Solo Erwin Syamsuar mengungkapkan, bunga KUR ditetapkan sama dengan bunga komersial karena sumber dana KUR sepenuhnya dari bank penyalur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang