Rencana Pidato Obama Ditentang Kanselir Jerman

Kompas.com - 11/07/2008, 10:07 WIB

BERLIN, JUMAT - Kanselir Jerman  Angela Merkel menentang permohonan dari calon presiden Amerika dari partai Demokrat, Barack Obama, untuk berpidato di Gerbang Brandenburg yang bersejarah itu di Berlin.

Juru bicara Merkel mengatakan, Rabu (9/7), tidaklah biasa bagi seorang politisi Amerika menggunakan tempat bersejarah itu untuk kepentingan kampanye pemilu.

Namun, Menteri Luar Negeri Jerman Minster Frank-Walter Steinmeier mengatakan, ia tidak sependapat.  Dalam wawancara dengan surat kabar Franfurter Rundschau, Steinmeier mengatakan, Amerika Serikat memberi sumbangan yang menentukan untuk menyelamatkan Berlin dan tempat-tempat bersejarah hendaknya dibuat terbuka bagi orang Amerika. Pemerintah kota Berlin adalah pihak yang berwenang menentukan apakah akan mengabulkan permohonan Obama saat berkunjung ke Jerman bulan ini.

Gerbang Brandenburg abad ke-18 menjadi lambang penyatuan kembali Jerman pada masa dan setelah Perang Dingin. Presiden Amerika John Kennedy mengeluarkan ucapannya yang terkenal, Ich bin ein Berliner" pada tahun 1963.  Presiden Amerika Ronald Reagan juga menuntut pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev agar meruntuhkan Tembok Berlin sambil berdiri di gerbang itu tahun 1987.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau