YERUSALEM, JUMAT - PM Israel Ehud Olmert kembali harus menghadapi ketegasan polisi yang berani menggeledah rumahnya. Ini kali ketiga polisi mengubek-ubek kediaman kepala negara itu.
Juru bicara polisi, Rafi Yaffe, mengatakan, para penyelidik mendatangi rumah Olmert di Yerusalem, Jumat (11/7). "Penggeledahan itu dilakukan kira-kira selama dua jam," kata Yaffe, Jumat.
Kasus itu berpusat pada dugaan bahwa Olmert telah menerima uang dari pengusaha Yahudi Amerika sebelum menjadi perdana menteri. Pengusaha itu, Morris Talansky, Mei lalu, mengaku telah memberikan uang tunai ratusan ribu dollar yang dibungkus amplop. Duit itu di antaranya untuk membiayai akomodasi Olmert di hotel mewah, mengisap cerutu mahal, dan kesenangan lain.
Pengakuan Talansky itu memicu kemarahan publik dan tentunya menurunkan popularitas Olmert yang akhirnya harus menghadapi pemeriksaan polisi. Olmert membantah semua tuduhan itu. Musuh-musuh politik Olmert pun menggelar pemilihan internal yang bila mengkristal bisa membuatnya jatuh.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang