Parpol Besar Dekati Sutiyoso

Kompas.com - 13/07/2008, 20:05 WIB

Laporan Wartawan PersdaNetwork Sugiyarto

CIANJUR,MINGGU - Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso semakin percaya diri untuk terus menggalang dukungan dari masyarakat untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2009 mendatang. Saat ini juga, menurut orang-orang dekat Sutiyoso,  sudah ada partai besar yang melakukan pendekatan kepada Sutiyoso untuk diusung sebagai capres pada Pemilu 2009. Hanya saja nama partai itu masih dirahasiakan. Alasannya masih dalam proses pendekatan, belum ada kesepakatan ataupun komitmen bersama.

Pada hari pertama setelah pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menetapkan 34 partai politik sebagai perserta Pemilu 2009, sudah ada tujuh parpol yang mendatanginya untuk memberi dukungan. Namun Sutiyoso belum bersedia mengungkapkan tujuh partai yang akan mendukungnya maju sebagai Capres pada Pemilu mendatang.

Ia hanya menyatakan tujuh parpol yang mendukungnya itu, empat parpol merupakan parpol yang telah ikut Pemilu 2004 dan tiga parpol lagi merupakan parpol baru yang telah lolos verifiasi faktual dan dinyatakan resmi sebagai peserta pemilu 2009.  "Yang datang sudah ada 10 parpol. Tiga diantaranya tidak lolos verifikasi faktual KPU, empat parpol lama dan tiga lagi parpol baru. Mereka akan memberikan dukungan. Tapi kemarin baru satu yang telah komitmen, yaitu Partai Indonesia Sejahtera (PIS)," ujar Bang Yos, sapaan akrab Sutiyoso kepada Persda Network saat mengadakan kunjungan ke kader-kadernya di Cianjur, Jawa Barat, Minggu (13/7).

Menurut keterangan Bang Yos, dirinya tidak memberi konpensasi pendanaan kepada partai-partai yang akan mengusungnya maju sebagai capres mendatang. "Sejak pertemuan pertama dengan parpol- parpol yang ingin mendukung saya sebagai calon presiden, secara terus terang saya sampaikan tidak mau membiayai parpol-parpol tersebut," kata Sutiyoso.

Ia memilih menawarkan bergerak bersama-sama secara paralel. Partai-partai itu membiayai partainya masing-masing, sementara dia juga akan bergerak
mengkampanyekan partai-partai yang akan mengusung dirinya sebagai calon presiden. "Partai butuh figur untuk diusung. Tidak ada parpol yang besar kalau tidak ada figur yang diusung. Kami persilahkan partai-partai yang akan mendukung saya untuk menjualnya sebagai figur. Silakan jual habis-habisan figur saya untuk
membesarkan partai," jelas Sutiyoso.

Tawaran yang diberikan ini, menurut Sutiyoso sangat realistis. Sebab antara diri dan parpol mempunyai kedudukan yang setara. Ia mempunyai dukungan riil ditingkat massa. Sementara parpol membutuhkan dukungan massa untuk membesarkan partainya. "Anda lihat sendiri bagaimana harapan dan antusiasnya masyarakat memberikan dukungan kepada saya untuk maju sebagai calon presiden. Ini baru di Cianjur, belum kota-kota lain yang membutuhkan pemimpin baru yang berani melakukan perubahan dengan tegas untuk kesejahteraan seluruh masyarakat," beber Sutiyoso.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau