Korban Mutilasi Dibawa Pulang Keluarganya

Kompas.com - 13/07/2008, 21:34 WIB

JAKARTA,MINGGU- Sekitar pukul 19.35 WIB seorang pria berperawakan gemuk terlihat mendatangi kamar jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).  Ia meminta petugas kamar jenasah untuk melihat langsung korban mutilasi guna memastikan apakah korban tersebut benar keluarganya.

Saat ditanya ditanya wartawan soal identititas orang yang dicarinya, pria ini enggan berkomentar. Ditanya apakah ia telah mendapat informasi dari pihak kepolisian soal identitas korban, ia hanya menjawab lagi diurus. Ia juga tidak mau menyebutkan namanya.

Usai berbicara dengan petugas kamar jenazah pria tersebut menuju lantai dua untuk melihat korban. Setelah itu ia kembali ke kantor petugas jenazah.

Sekitar 30 menit di kantor petugas, pria itu langsung keluar dari kantor, ditanya tujuannya ia mengakatakan disuruh ke Polsek Pasar Minggu. Kabar yang beredar di kalangan wartawan pria tersebut bernama Dado, yang disebut-sebut sebagai ipar korban mutilasi.

Tidak lama setelah kepergian Dado ke Pasar Minggu, sebuah ambulan membawa jenazah korban mutilasi. Menurut petugas kamar mayat, jenazah tersebut dibawa ke rumah duka yang beralamat di Kampung Benda Jatirasa, Jatiasih RT 03, RW 01, Bekasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau