JAKARTA,SENIN - Sukses memenangkan calonnya di sejumlah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), membuat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) percaya diri. Sekretaris Jenderal PDIP, Pramono Anung optimistis, kemenangan juga akan mereka peroleh di Pilkada Jatim. Meski, Jatim selama ini identik sebagai kandang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
"Peluang kami cukup besar di Pilkada Jatim. Sebab, hanya calon dari PDIP satu-satunya yang murni nasionalis, sementara calon lainnya berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU)," ujar Pramono Anung usai acara deklarasi kampanye damia parpol peserta Pemilu 2009 di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sabtu (12/7) malam.
Di Pilkada Jatim yang akan dilaksanakan 23 Juli mendatang, PDIP mengusung duet Soetjipto- Ridwan Hisjam (SR). SR akan berebut suara dengan calon-calon dari Nahdliyin. Yakni mantan Ketua PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa yang berpasangan dengan Mudjiono (Kaji). Mantan ketua PWNU Jatim, KH Ali Maschan Moesa yang menjadi pendamping cagub Partai Golkar, Soenarjo (Salam). Calon yang diusung PKB, Achmady-Suhartono (Achsan). Juga, mantan Ketua PP GP Ansor Syaifullah Yusuf yang mendampingi Soekarwo (Karsa).
Anung menegaskan, tampilnya empat calon di Pilkada Jatim yang berlatar belakang NU, akan membagi suara kaum nahdliyin. "Figur yang diusung PDIP di Pilkada Jatim cukup menjual. Kenyataannya, sekarang ini survei menyebut popularitas SR naik terus," sambung politisi kelahiran Kediri ini.
Tak hanya diuntungkan dengan figur populer dan sebagai satu-satunya kandidat nasionalis, Pramono juga menyebut mesin partai PDIP yang sudah terbukti efektif di sejumlah Pilkada, juga akan banyak menentukan perolehan suara SR. Ia mengatakan, dari 26 penyelenggaraan Pilkada Gubernur, PDIP mampu menang 14 kali. Dan mayoritas diperoleh PDIP sendirian (tanpa koalisi dengan parpol lain), diantaranya di Pilkada Jateng Juni lalu. Juga Pilkada Bali pada Rabu (9/7) pekan lalu. "Itu menjadi bukti bahwa PDIP punya pengalaman untuk menggerakkan mesin partai secara maksimal," lanjut Pramono.
Terkait kampanye PDIP menghadapi Pemilu 2009, Pramono mengaku belum mengetahui dana yang dibutuhkan selama kampanye sembilan bulan ke depan. Ia hanya menyebut, dibanding partai besar lainnya, dana kampanye PDIP tidka terlalu besar. Pramono menegaskan, sumber dana PDIP untuk pendanaan kampanye juga dilakukan secara gotong royong, seperti yang selama ini mereka lakukan dalam setiap kampanye Pilkada. "Kenapa PDIP bisa banyak menang, karena kegotongroyongan itu yang menjadi kekuatan partai saat ini," ujar dia
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang