PDIP Optimistis Bakal Menangi Pilkada Jatim

Kompas.com - 14/07/2008, 04:13 WIB

JAKARTA,SENIN - Sukses memenangkan calonnya di sejumlah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), membuat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) percaya diri. Sekretaris Jenderal PDIP, Pramono Anung optimistis, kemenangan juga akan mereka peroleh di Pilkada Jatim. Meski, Jatim selama ini identik sebagai kandang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"Peluang kami cukup besar di Pilkada Jatim. Sebab, hanya calon dari PDIP satu-satunya yang murni nasionalis, sementara calon lainnya berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU)," ujar Pramono Anung usai acara deklarasi kampanye damia parpol peserta Pemilu 2009 di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sabtu (12/7) malam.

Di Pilkada Jatim yang akan dilaksanakan 23 Juli mendatang, PDIP mengusung duet Soetjipto- Ridwan Hisjam (SR). SR akan berebut suara dengan calon-calon dari Nahdliyin. Yakni mantan Ketua PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa yang berpasangan dengan Mudjiono (Kaji). Mantan ketua PWNU Jatim, KH Ali Maschan Moesa yang menjadi pendamping cagub Partai Golkar, Soenarjo (Salam). Calon yang diusung PKB, Achmady-Suhartono (Achsan). Juga, mantan Ketua PP GP Ansor Syaifullah Yusuf yang mendampingi Soekarwo (Karsa).

Anung menegaskan, tampilnya empat calon di Pilkada Jatim yang berlatar belakang NU, akan membagi suara kaum nahdliyin. "Figur yang diusung PDIP di Pilkada Jatim cukup menjual. Kenyataannya, sekarang ini survei menyebut popularitas SR naik terus," sambung politisi kelahiran Kediri ini.

Tak hanya diuntungkan dengan figur populer dan sebagai satu-satunya kandidat nasionalis, Pramono juga menyebut mesin partai PDIP yang sudah terbukti efektif di sejumlah Pilkada, juga akan banyak menentukan perolehan suara SR. Ia mengatakan, dari 26 penyelenggaraan Pilkada Gubernur, PDIP mampu menang 14 kali. Dan mayoritas diperoleh PDIP sendirian (tanpa koalisi dengan parpol lain), diantaranya di Pilkada Jateng Juni lalu. Juga Pilkada Bali pada Rabu (9/7) pekan lalu. "Itu menjadi bukti bahwa PDIP punya pengalaman untuk menggerakkan mesin partai secara maksimal," lanjut Pramono.

Terkait kampanye PDIP menghadapi Pemilu 2009, Pramono mengaku belum mengetahui dana yang dibutuhkan selama kampanye sembilan bulan ke depan. Ia hanya menyebut, dibanding partai besar lainnya, dana kampanye PDIP tidka terlalu besar. Pramono menegaskan, sumber dana PDIP untuk pendanaan kampanye juga dilakukan secara gotong royong, seperti yang selama ini mereka lakukan dalam setiap kampanye Pilkada. "Kenapa PDIP bisa banyak menang, karena kegotongroyongan itu yang menjadi kekuatan partai saat ini," ujar dia

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau