Selingkuh Diakhiri Puluhan Tusukan

Kompas.com - 14/07/2008, 10:35 WIB

BANJARMASIN - Jalinan cinta terlarang yang dirajut oleh RS (20) dan SI (20) harus berakhir tragis. Tusukan belati di tubuh SI menjadi tanda perpisahan kisah cinta mereka.

Meski mengetahui SI sudah bersuami, RS tetap tidak terima ketika SI menyatakan ingin memutuskan hubungan mereka. Pria yang berprofesi sebagai pencari barang bekas ini menghujani tubuh kekasihnya dengan tusukan.

SI yang tinggal di Jalan P Antasari harus dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Poltabes Banjarmasin. Setidaknya terdapat 15 mata luka ditubuh Siti. Minggu (13/7) siang RS ditangkap Satuan Reskrim Poltabes Banjarmasin. Saat diinterogasi, RS mengungkapkan sangat mencintai SI.

“Kalau saya tidak bisa memilikinya, orang lainpun tidak boleh,” ujarnya saat diinterogasi di ruang Satuan Reskrim Poltabes Banjarmasin. RS bercerita, SI mengajaknya untuk bertemu dan jalan-jalan. Pesan pertemuan itu disampaikan SI melalui SMS ke ponsel RS.

Sekitar pukul 11.30 Wita RS menjemput SI di depan Gang Suka Damai di Jalan Pangeran Antasari. Pasangan kekasih ini lantas berkeliling Banjarmasin dengan sepeda motor milik RS.

Saat berbocengan, RS menanyakan kepada SI apakah ia sudah mengambil keputusan untuk bercerai dengan suaminya. Namun, pertanyaan RS itu justru dijawab SI dengan kemarahan dan caci maki. “Ia langsung bilang lebih baik kembali pulang tak usah jalan-jalan dan bilang lebih baik tidak usah berhubungan lagi dengannya,” ujar RS.

Saat melintas di Jalan Mufakat, Kelurahan Pemurus Dalam, RS menghentikan motor. Ia mengatakan kepada SI kalau dirinya hendak buang air kecil. Seusai buang air kecil warga Kelayan A Banjarmasin ini langsung menusukkan belati yang dibawanya ke tubuh SI. Saat itu posisi SI berdiri di samping motor.

RS menusuk kekasihnya pada bagian perut sebanyak dua kali. Ia juga menusukkan belatinya ke bagian paha kiri dan kanan serta tangan. “Saya jengkel karena ia memaki saya saat di kendaraan. Tidak ada niat lain, saya cuma sakit hati,” katanya.

Warga di sekitar lokasi menangkap RS yang berusaha melarikan diri. RS terjatuh dari sepeda motornya, kemudian diringkus, diikat, dan sempat dipukuli. Kasat Reskrim Poltabes Banjarmasin Edy Suwandono mengatakan, karena perbuatannya, tersangka dapat diancam dengan pasal percobaan pembunuhan. (banjarmasinpost/tin/ee)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau