Daya pikat dari mobil-mobil ATPM yang dipamerkan di IIMS 2008 di JCC bukan saja kerana keunikannya, mobil baru, atau masih berupa konsep. Magnet penarik lainnya adalah hadirnya seorang gadis yang berdiri di samping kendaraan. Lama atau tidaknya pengunjung bertahan mengamati mobil tergantung dari lemah lembut, senyum manis sang gadis, dan jawaban yang diberikan. Dari sekadar melihat-lihat, lalu karena terbujuk dengan keterangan gadis-gadis cantik itu mereka jadi membeli. Itulah profesi sales promotion girl (SPG).
Setelah Kompas.com berkeliling mengunjung stan demi stan untuk mencari tahu perihal SPG ini, ternyata beberapa ATPM tidak menyebutnya sebagai SPG. Seperti Mercedes-Benz di Asembly Hall. Gadis-gadis cantik yang menunggui produk-produk mereka dipanggil female presenter. Mereka cukup tangkas menjawab perihal data mobil yang menjadi tanggung jawabnya. Menurut Mathilda Jeanette, PR Mercedes, kehadiran para female presenter sangat penting karena mereka membawa image produk kepada calon konsumen atau pengunjung. "Perihal kelincahan, keluwesan, dan kecerdasannya bisa diketahui saat wawancara," ujar Mathilda.
Malah sebelum tampil di pameran, para female ini mendapat training selama dua minggu. Tujuannya agar mereka lebih mengenal dan menguasai materi yang akan disampaikan secara baik. Setiap satu mobil Mercy akan ditunggui dua dara cantik.
"Mereka ibarat perpanjangan tangan perusahaan. Dari mulut mereka disampaikan informasi awal produk, bukan cuma sebagai penghias pameran," kata Marketing Division Head PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) Jose Widjajakusuma di sela-sela pameran, Senin (14/7). Dalam perekrutan SPG, persyaratan mengenai pengetahuan mereka menjadi pertimbangan. Penampilan menarik bukan satu-satunya modal jika ingin diterima, tapi juga harus memiliki keterampilan berkomunikasi dan berpenampilan menyenangkan.
Bila Mercedes menyebut SPG sebagai female presenter, lain lagi dengan Proton. Perusahaan mobil dari negeri Jiran itu menyebut SPG sebagai ambassador. Selain cantik, gadis-gadis itu juga harus mempunyai kemampuan dasar mempresentasikan sesuatu secara baik. "Kalau cantik tapi nggak bisa ngomong, untuk apa?" ujar Prisilla Puspitasari, Head of Marketing Communication PT Proton Edar Indonesia.
Wajarlah jika kerja mereka dibayar dengan upah yang lumayan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang