Dari SPG sampai Ambasador, Sebutan buat Para Gadis Cantik

Kompas.com - 15/07/2008, 07:12 WIB

Daya pikat dari  mobil-mobil ATPM yang dipamerkan di IIMS 2008 di JCC bukan saja kerana keunikannya, mobil baru, atau masih berupa konsep. Magnet penarik lainnya adalah hadirnya seorang gadis yang berdiri di samping kendaraan. Lama atau tidaknya pengunjung bertahan mengamati mobil tergantung dari lemah lembut, senyum manis sang gadis, dan jawaban yang diberikan. Dari sekadar melihat-lihat, lalu karena terbujuk dengan keterangan gadis-gadis cantik itu mereka jadi membeli. Itulah profesi sales promotion girl (SPG).

Setelah Kompas.com berkeliling mengunjung stan demi stan untuk mencari tahu perihal SPG ini, ternyata beberapa ATPM tidak menyebutnya sebagai SPG. Seperti Mercedes-Benz di  Asembly Hall. Gadis-gadis cantik yang menunggui produk-produk mereka dipanggil female presenter. Mereka cukup tangkas menjawab perihal data mobil yang menjadi tanggung jawabnya. Menurut Mathilda Jeanette, PR Mercedes, kehadiran para female presenter sangat penting karena mereka membawa image produk kepada calon konsumen atau pengunjung. "Perihal kelincahan, keluwesan, dan kecerdasannya bisa diketahui saat wawancara," ujar Mathilda.

Malah sebelum tampil di pameran, para female ini mendapat training selama dua minggu. Tujuannya agar mereka lebih mengenal dan menguasai materi yang akan disampaikan secara baik. Setiap satu mobil Mercy akan ditunggui dua dara cantik.

"Mereka ibarat perpanjangan tangan perusahaan. Dari mulut mereka disampaikan informasi awal produk, bukan cuma sebagai penghias pameran," kata Marketing Division Head PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) Jose Widjajakusuma di sela-sela pameran, Senin (14/7). Dalam perekrutan SPG, persyaratan mengenai pengetahuan mereka menjadi pertimbangan. Penampilan menarik bukan satu-satunya modal jika ingin diterima, tapi juga harus memiliki keterampilan berkomunikasi dan berpenampilan menyenangkan.

Bila Mercedes menyebut SPG sebagai female presenter, lain lagi dengan Proton. Perusahaan  mobil dari negeri Jiran itu menyebut SPG sebagai ambassador. Selain cantik, gadis-gadis itu juga harus mempunyai kemampuan dasar mempresentasikan sesuatu secara baik. "Kalau cantik tapi nggak bisa ngomong, untuk apa?" ujar Prisilla Puspitasari, Head of Marketing Communication PT Proton Edar Indonesia.

Wajarlah jika kerja mereka dibayar dengan upah yang lumayan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau