KUALA LUMPUR, SELASA - Parlemen Malaysia, Senin (14/7), mempertanyakan pembelian Bank International Indonesia oleh Maybank karena pihak oposisi mencurigai adanya kepentingan Singapura atau Temasek Holding dalam pembelian bank tersebut. Namun, kecurigaan itu dibantah oleh Pemerintah Malaysia. "Pembelian Bank International Indonesia oleh Maybank Bhd tidak melibatkan kepentingan Singapura," kata Menteri Mohamed Nazri Abdul Aziz, seperti dikutip Bernama.
Hal itu menjawab pertanyaan anggota parlemen oposisi Mohamed Azmin Ali dari PKR (partai keadilan rakyat) yang ingin tahu mengapa Malaysia selalu kalah atau gagal bila menghadapi kesepakatan dengan Singapura.
Dikatakan Nazri, pembelian BII melalui proses tender setelah ditawarkan oleh BUMN Singapura, Temasek Holding (Pte) Ltd, akibat kebijakan kepemilikan tunggal (single presence policy) yang dikeluarkan otoritas moneter Indonesia dalam hal ini Bank Indonesia.
Ditegaskannya, semua proses pembelian BII dilakukan secara terbuka. Dalam proses tender, ada Bank of China dan HSBC yang ikut tender selain Maybank. Maybank kemudian ditetapkan sebagai pemenang tender. "Pembelian BII juga merupakan transaksi pihak swasta yang disetujui oleh direksi Maybank, bukan antara Pemerintah Malaysia dan Singapura," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang