JAKARTA, SELASA - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla meminta agar Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) menyederhanakan cabang-cabang pertandingan yang diselenggarakan panitia, yakni mengurangi 43 cabang pertandingan dengan fokus cabang-cabang yang dipertandingkan di Olimpiade dan Asian Games saja.
Hal ini supaya tidak terlalu merepotkan panitia penyelenggara Pekan Olahraga Nasional di daerah, terutama terkait dengan anggaran dan fasilitas pertandingan yang harus disediakan.
Demikian disampaikan Ketua Umum KONI Rita Subowo dalam keterangan pers seusai bertemu dengan Wapres Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (15/7) siang ini. "Pak Wapres menilai memang benar cabang pertandingan di PON sekarang ini terlalu banyak dan besar sehingga merepotkan penyelenggaraannya. Sebab, itu harus disederhanakan dengan cara dikurangi jumlahnya. Pak Wapres menginginkan supaya cabang-cabang pertandingan yang dilakukan sama dengan cabang-cabang pertandingan di Olympiade atau Asian Games saja," ujar Rita.
Menurut Rita, kalaupun mau dipertandingkan cabang-cabang olahraga lainnya, selain akan dibuat sesi pertandingan sendiri yang bukan PON, juga disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan panitia penyelenggara di daerah.
Dalam kesempatan itu, Rita juga melaporkan mengenai penyelenggaran PON di Kalimantan Timur (Kaltim) yang sejumlah tempat pertandingannya dinilai masih kurang baik dan kurang lengkap sarana dan prasarananya. "Dari enam lokasi pertandingan yang dicek, yakni Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, Berau, Bontang, dan Tarakan, hanya dua lokasi yang masih kurang, yaitu Tenggarong dan Samarinda. Namun, sekarang sudah mulai baik," lanjutnya.
Rita mengatakan, PON yang diselenggarakan di Kaltim menghabiskan dana sebesar Rp 3,9 triliun yang sebagian besar bersumber dari APBD Kaltim. Selain itu, masih ada dana tambahan Rp 42 milair dari panitia PON dan Rp 2 miliar dari Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Mennegpora).
"Juga ada tambahan lain sebesar Rp 65 miliar, di mana Rp 40 miiar dari panitia PON dan sebagian lainnya Rp 25 miliar berasal dari Mennegpora," kata Rita.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang