Wapres: Kurangi Cabang PON

Kompas.com - 15/07/2008, 15:07 WIB

JAKARTA, SELASA - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla meminta agar Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) menyederhanakan cabang-cabang pertandingan yang diselenggarakan panitia, yakni mengurangi 43 cabang pertandingan dengan fokus cabang-cabang yang dipertandingkan di Olimpiade dan Asian Games saja.

Hal ini supaya tidak terlalu merepotkan panitia penyelenggara Pekan Olahraga Nasional di daerah, terutama terkait dengan anggaran dan fasilitas pertandingan yang harus disediakan.

Demikian disampaikan Ketua Umum KONI Rita Subowo dalam keterangan pers seusai bertemu dengan Wapres Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (15/7) siang ini. "Pak Wapres menilai memang benar cabang pertandingan di PON sekarang ini terlalu banyak dan besar sehingga merepotkan penyelenggaraannya. Sebab, itu harus disederhanakan dengan cara dikurangi jumlahnya. Pak Wapres menginginkan supaya cabang-cabang pertandingan yang dilakukan sama dengan cabang-cabang pertandingan di Olympiade atau Asian Games saja," ujar Rita.

Menurut Rita, kalaupun mau dipertandingkan cabang-cabang olahraga lainnya, selain akan dibuat sesi pertandingan sendiri yang bukan PON, juga disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan panitia penyelenggara di daerah.

Dalam kesempatan itu, Rita juga melaporkan mengenai penyelenggaran PON di Kalimantan Timur (Kaltim) yang sejumlah tempat pertandingannya dinilai masih kurang baik dan kurang lengkap sarana dan prasarananya. "Dari enam lokasi pertandingan yang dicek, yakni Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, Berau, Bontang, dan Tarakan, hanya dua lokasi yang masih kurang, yaitu Tenggarong dan Samarinda. Namun, sekarang sudah mulai baik," lanjutnya.

Rita mengatakan, PON yang diselenggarakan di Kaltim menghabiskan dana sebesar Rp 3,9 triliun yang sebagian besar bersumber dari APBD Kaltim. Selain itu, masih ada dana tambahan Rp 42 milair dari panitia PON dan Rp 2 miliar dari Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Mennegpora).

"Juga ada tambahan lain sebesar Rp 65 miliar, di mana Rp 40 miiar dari panitia PON dan sebagian lainnya Rp 25 miliar berasal dari Mennegpora," kata Rita.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau