Diserang Hama, Produksi Kakao Terus Merosot

Kompas.com - 15/07/2008, 15:34 WIB

MAKASSAR, SELASA - Industri kakao Indonesia kini terancam hancur karena produksi yang dihasilkan selama tiga tahun terakhir terus merosot. Ketua Umum DPP Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) Halim Razak di sela-sela diskusi produksi kakao Indonesia bersama Asosiasi Kakao se-Asia di Makassar, Selasa (15/7), mengemukakan, produksi kakao Indonesia pada tahun 2006 masih 590.000 ton, turun menjadi 530.000 ton pada tahun 2007 dan tahun 2008 ini diperkirakan tidak mencapai 500.000. 

Pasalnya, tutur Halim, perkebunan kakao di Indonesia banyak diserang hama penggerek buah kakao (PBK) dan penyakit Vascular Streak Dieback (VSD) serta tidak diikuti dengan upaya pemberantasan yang intensif. Menurutnya, hama PBK merusak bagian isi tanaman, tetapi hal tersebut masih dapat diatasi. VSD yang paling parah karena bisa merusak buahnya.

Hama VSD, kata kandidat wali kota Makassar ini, telah menyerang hampir 40 persen lahan perkebunan kakao di Indonesia dan yang terbanyak adalah di Sulsel. VSD yang disebabkan jamur Oncobasidium theobromae ini dapat menyebabkan kematian tanaman karena patogen berada di dalam saluran xylem sehingga menyumbat saluran makanan. Akibatnya, ranting akan menjadi mati dan tidak menghasilkan buah sehingga akan terjadi kemerosotan produksi secara drastis. "Bila kondisi ini terus berlanjut, mungkin petani hanya dapat menghasilkan sekitar Rp100 juta per tahun dengan produktivitas 400 kilogram per hektar," jelasnya seperti dikutip Antara.

Apalagi, ujarnya, kapasitas produksi penggilingan kakao di Sulsel hanya mampu mencapai 250.000 ton. "Itu pun masih terkendala masalah listrik," katanya.

Ia berharap pemerintah memperhatikan kebutuhan para kakao dengan menyediakan pupuk dalam jumlah cukup dan harga terjangkau serta intensif melakukan peremajaan tanaman karena hingga saat ini penanganan hama VSD masih belum ditemukan formulanya secara teknologi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau