Yenny Panas Dengar Pernyataan Yusuf Emir Faishal

Kompas.com - 15/07/2008, 15:36 WIB

JAKARTA, SELASA - Pernyataan anggota DPR asal Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) bahwa uang yang diperolehnya juga mengalir ke DPP PKB (untuk pembangunan Gedung LPP), bahkan untuk pengobatan Gus Dur, membuat panas Sekjen PKB Yenny Wahid. Ia membantah seluruh pernyataan Yusuf yang disampaikan kepada wartawan di Gedung KPK, Selasa (15/7).

Saat dihubungi Kompas.com, Yenny mengatakan pihaknya justru tengah mencari-cari Yusuf, untuk meminta keterangan pengelolaan dana partai yang ada di bawah tanggung jawabnya. "Pernyataannya semua tidak betul. Pak Yusuf Emir Faishal justru sedang kita cari untuk meminta pertanggungjawabannya atas pengelolaan dana partai yang belum dipertanggungjawabkan," kata Yenny, yang tengah berada di Surabaya.

Yusuf pernah tercatat sebagai Sekretaris PKPP (Tim Kemenangan Pilkada yang dibentuk PKB). Ia, jelas Yenny, mengelola dana sebesar Rp 900 juta yang berasal dari sumbangan kader dan simpatisan kader. "Nah, dia transfer ke Bendahara PKB Aris Junaidi sebesar Rp 300 juta dan Rp 50 juta untuk Harlah PKB. Sisanya itu belum jelas ke mana, hingga akhirnya terkuaklah kasus ini," ujar putri Sulung Gus Dur ini.

Masih menurut Yenny, saat kasus yang menyeret mantan Ketua Komisi IV itu terkuak, Yusuf sempat menemui beberapa pengurus DPP PKB. "Dia menemui beberapa orang, bahkan mau membayar orang-orang DPP untuk mengaku ikut menerima uang itu. Ya nggak ada yang mau," lanjutnya.

Yusuf mengatakan, ia mentransfer uang sebesar Rp300 juta untuk pengobatan Gus Dur. Sementara Rp500 juta untuk pembangunan Gedung LPP PKB. "Gedung LPP itu dibahas mau dibangun baru dua bulan lalu. Bagaimana bisa dia kasih uang. Kalau pengobatan Gus Dur, selama inikan tugas negara. Jika negara tidak bisa, maka biasanya keluarga yang membiayai. Jadi tidak ada dari Yusuf Faishal," bantahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau