JAKARTA, SELASA - Pernyataan anggota DPR asal Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) bahwa uang yang diperolehnya juga mengalir ke DPP PKB (untuk pembangunan Gedung LPP), bahkan untuk pengobatan Gus Dur, membuat panas Sekjen PKB Yenny Wahid. Ia membantah seluruh pernyataan Yusuf yang disampaikan kepada wartawan di Gedung KPK, Selasa (15/7).
Saat dihubungi Kompas.com, Yenny mengatakan pihaknya justru tengah mencari-cari Yusuf, untuk meminta keterangan pengelolaan dana partai yang ada di bawah tanggung jawabnya. "Pernyataannya semua tidak betul. Pak Yusuf Emir Faishal justru sedang kita cari untuk meminta pertanggungjawabannya atas pengelolaan dana partai yang belum dipertanggungjawabkan," kata Yenny, yang tengah berada di Surabaya.
Yusuf pernah tercatat sebagai Sekretaris PKPP (Tim Kemenangan Pilkada yang dibentuk PKB). Ia, jelas Yenny, mengelola dana sebesar Rp 900 juta yang berasal dari sumbangan kader dan simpatisan kader. "Nah, dia transfer ke Bendahara PKB Aris Junaidi sebesar Rp 300 juta dan Rp 50 juta untuk Harlah PKB. Sisanya itu belum jelas ke mana, hingga akhirnya terkuaklah kasus ini," ujar putri Sulung Gus Dur ini.
Masih menurut Yenny, saat kasus yang menyeret mantan Ketua Komisi IV itu terkuak, Yusuf sempat menemui beberapa pengurus DPP PKB. "Dia menemui beberapa orang, bahkan mau membayar orang-orang DPP untuk mengaku ikut menerima uang itu. Ya nggak ada yang mau," lanjutnya.
Yusuf mengatakan, ia mentransfer uang sebesar Rp300 juta untuk pengobatan Gus Dur. Sementara Rp500 juta untuk pembangunan Gedung LPP PKB. "Gedung LPP itu dibahas mau dibangun baru dua bulan lalu. Bagaimana bisa dia kasih uang. Kalau pengobatan Gus Dur, selama inikan tugas negara. Jika negara tidak bisa, maka biasanya keluarga yang membiayai. Jadi tidak ada dari Yusuf Faishal," bantahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang