Banyak Anggota Parpol di Jambi Mendaftar DPD

Kompas.com - 15/07/2008, 17:14 WIB

JAMBI, SELASA - Hingga berakhirnya pendaftaran bakal calon anggota dewan perwakilan daerah atau DPD Jambi, sudah 65 orang yang menyerahkan formulir berikut daftar pendukung. Dari para pendaftar tersebut, rupanya banyak yang berasal dari kalangan partai politik.

"Dari 102 orang yang mengambil formulir, 65 di antaranya telah melengkapi dan mengembalikan berkas ke KPU," tutur Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jambi, Yasir Arafat, di Jambi, Selasa (15/7). Yang menarik, sebagian dari mereka adalah anggota dan petinggi partai politik daerah maupun pusat.

Di antara para pendaftar, ia menyebutkan sejumlah nama, yakni anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Elviana, Koordinator Wilayah Partai Golkar wilayah Sumatera Bagian Selatan, Yuniwati M. Sofian, dan sejumlah politisi lain yang sebelumnya menjabat di D PRD Kota/Kabupaten di Jambi.

Menurut Yasir, antusiasme warga untuk berpolitik kian tinggi. Mereka berusaha mencari peluang memperoleh suara pada pemilu tahun depan. Mengenai kepindahan mereka dari partai ke perorangan, Yasir memerkirakan hal itu antara lain disebabkan adanya persoalan masing-masing bakal calon di partainya.

"Bisa jadi peluang untuk lolos sebagai wakil partai pada pemilu nanti kecil, sehingga mereka memilih mencalonkan sendiri," ujarnya.

Atas banyaknya bakal calon anggota DPD, pihaknya harus merekrut 15 petugas relawan tambahan untuk berpartisipasi dalam verifikasi administrasi dari 2-15 Juli, dilanjutkan verifikasi faktual 18 Juli-18 Agustus. Untuk verifikasi faktual, setiap calon anggota DPD untuk Jambi disyaratkan menyerahkan setidaknya 2.000 dukungan. Verifikasi akan dilaksanakan pada 10 persen dari total dukungan. Sedangkan, 32 petugas sekretariat KPU Provinsi Jambi dianggap jumlahnya belum memadai, sehingga personilnya perlu ditambah.

Elviana, salah seorang bakal calon DPD Provinsi Jambi, mengatakan ketertarikannya untuk melanjutkan karir politik. Setelah lama berkecimpung dalam dunia politik mewakili partai, dirinya ingin maju sebagai wakil Jambi dari kalangan perorangan. Menurut Elviana, hal ini disebabkan sudah ada calon dari PDI Perjuangan yang juga menyatakan minatnya mencalonkan diri di DPR RI untuk nomor urut 1.

"Sehingga saya memilih maju melalui jalur DPD saja, supaya nantinya kami berdua dapat sama-sama masuk dan berkolaborasi di DPR," tuturnya. Sejauh ini Elvi telah memperoleh 6.000 dukungan, meski hanya 2.600 dukungan yang disampaikannya ke KPU Kota Jambi pada saat pendaftaran. Menurut Elvi, dirinya optimis akan dapat mengangkat peran anggota DPD.

"Saya akan buktikan bahwa anggota DPD bisa berperan dan mampu mengangkat daerah yang diwakilinya," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau