Laporan Wartawan Kompas Orin Basuki
JAKARTA, RABU - Anggaran subsidi yang harus disediakan pemerintah pada tahun 2008 diperkirakan akan mencapai Rp 327,8 triliun. Itu terjadi karena beberapa pos anggaran subsidi telah melampaui batas normal penyaluran subsidi tahun-tahun sebelumnya.
Menurut Sri Mulyani, selama semester I-2008 realisasi subsidi bahan bakar minyak dilaporkan mencapai Rp 60,5 triliun. Ini dua kali lipat dibandingkan dengan angaran subsidi pada periode yang sama pada 2007. Sementara itu, subsidi listrik pada semester I-2008 mencapai Rp 26,4 triliun atau tiga kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2007, yakni Rp 8,7 triliun.
Sementara itu, subsidi nonenergi yang selama semester I-2008 mencapai Rp 4,8 triliun, Rp 1 triliun di atas realisasi periode yang sama pada 2007. Dengan demikian, total realisasi subsidi pada semester I-2008 mencapai Rp 91,7 triliun.
Pemerintah memperkirakan tiga pos anggaran subsidi tersebut akan terealisasi secara lebih besar pada semester II-2008. Subsidi BBM diperkirakan akan mencapai Rp 119,8 triliun. Sementara itu, subsidi listrik diproyeksikan melonjak ke Rp 62,1 triliun. Begitu juga dengan subsidi nonenergi yang akan melonjak sangat tinggi sebesar Rp 54,2 triliun. "Dengan demikian, dalam APBN kita anggaran subsidi sepanjang tahun 2008 akan mencapai Rp 327,8 triliun. Itu jauh di atas anggaran bagi operasional kementerian dan lembaga nondepartemen, termasuk untuk gaji pegawai," ujar Sri Mulyani.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang