AC Milan, Italia Rasa Brasil

Kompas.com - 16/07/2008, 14:40 WIB

KEDATANGAN Ronaldinho ke AC Milan semakin menegaskan aroma Brasil di klub tersebut. Dinho akan bergabung bersama beberapa pemain Brasil yang lebih dulu mencicipi rumput San Siro. Mereka adalah Dida, Emerson, Kaka, Alexander Pato, dan pemain yang belum pernah dimainkan, Digao.

Predikat catenaccio selalu melekat di setiap permainan klub-klub Italia, tak terkecuali Milan. Namun, kehadiran pemain-pemain berteknik tinggi macam Kaka dan Ronaldinho sedikit banyak akan mengubah anggapan itu. Tanpa bermaksud memberikan dukungan makin banyak pemain asing makin baik, keberadaan pemain Brasil ini akan memberi warna lain dalam sepak bola il Diavolo.

Lihatlah aksi Kaka saat mengantar timnya juara Liga Champions 2007. Ia memang tak mencetak gol di final lawan Liverpool, tapi assist-nya kepada Inzaghi berhasil mendatangkan gol kedua pada laga yang berakhir 2-1 untuk kemenangan Milan itu.

Bagaimana dengan Pato? Pemain berusia 18 tahun ini memang belum mendapat kepercayaan penuh dari pelatih Carlo Ancelotti. Namun, golnya ke gawang Napoli saat menjalani debut di Milan menandakan ancaman maut ketika ia sudah matang nanti.

Ronaldinho? Semua tahu, skill individunya mengundang decak kagum penonton bola. Saat membawa Barcelona juara La Liga dan Liga Champions, ia kerap menyihir permainan timnya menjadi sebuah tontonan menarik. Naluri dan dribel bolanya indah, gocekan dan tendangan bola mati dari kakinya juga mendatangkan maut.

Asal Ronaldinho sedang in form, bek tangguh sekelas John Terry pun bakal kesulitan membendung pemain banyak akal ini. Aksinya akan menggantikan penampilan Ronaldo yang gagal memberikan kontribusi terbaiknya akibat cedera awal musim lalu.

Dengan formasi pemain 4-3-2-1 yang akan diterapkan Ancelotti musim depan, pemain-pemain tersebut dapat merajai semua lini di Milan. Dida akan menjadi kiper utama Milan jika i Rossonerri tak kunjung mendapat kiper pengganti yang lebih baik. Pemain veteran Emerson kemungkinan bakal dipercaya menemani Mathieu Flamini sebagai gelandang bertahan.

Posisi striker kedua sudah pasti milik gelanda srang Kaka. Satu tempat lagi akan menjadi milik Ronaldinho jika ia berhasil memperbaiki penampilan yang sempat jeblok musim lalu. Di depan, si muda Pato akan bersaing keras dengan seniornya, Inzaghi.

Bukan tidak mungkin trio Ka-Pa-Ro, yang pernah didengungkan di San Siro musim lalu, akan muncul kembali. Kali ini, Ka-Pa-Ro bukan lagi Kaka, Pato, dan Ronaldo, melainkan Kaka, Pato, dan Ronaldinho dengan Pato sebagai ujung tombak.

Rasanya tak terlalu berlebihan pula jika menganggap Milan adalah Brasil mini di Italia. Kecuali Inter Milan yang juga bermaterikan lima pemain tangguh asal Brasil, tiga klub papan atas Italia yakni AS Roma, Juventus, dan Fiorentina lebih banyak memakai pemain asli Italia sebagai pemain utama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau