Anisah Mahfudz: Ada yang Catut Nama Saya

Kompas.com - 16/07/2008, 15:48 WIB

JAKARTA, RABU - Sekretaris Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR RI Anisah Mahfudz membantah berita yang beredar di media massa bahwa ia menerima dana gratifikasi terkait kasus yang menimpa Yusuf Amir Faishal.

Dalam pernyataan yang dikirim ke redaksi Kompas.com, Rabu (16/7), Anisah menyebut adanya surat penyerahan uang gratifikasi ke FKB dengan nomor 4C/FKB/DPR-RI/VI/2008 bertanggal 25 Juni 2008.

"Saya sama sekali tidak tahu menahu adanya draft surat dimaksud dan saya sedang mencari tahu siapa sebenarnya yang membuat draf surat yang mencantumkan nama Saudara Effendi Choiri dan saya, Anisah Mahfudz, sebagai ketua dan sekretaris FKB DPR RI," kata Anisah dalam pernyataannya itu.

Ia menduga ada orang yang sebenarnya telah menerima uang itu dan berusaha mencuci tangan dengan membuat surat tersebut.

Anisah mengaku dirugikan atas berita-berita itu. Ia juga mengaku sama sekali tidak terkait baik secara institusional maupun pribadi dengan perkara yang sedang dihadapi Yusuf. "Saya minta ini diluruskan," kata Anisah menutup pernyataannya.

Seperti diberitakan Yusuf saat ini menjadi tersangka kasus dugaan suap proyek Pelabuhan Tanjung Api-api. Ia mengaku telah menyalurkan dana hasil gratifikasi itu ke FKB.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau