Jatim Juara Umum PON XVII

Kompas.com - 17/07/2008, 00:10 WIB

SAMARINDA, RABU - Kontingen Jawa Timur (Jatim) memastikan menjadi juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII Kalimantan Timur 2008, setelah meninggalkan daerah pesaingnya dalam pengumpulan medali emas. Kepastian juara umum itu disampaikan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim Imam Utomo dalam jumpa pers di Samarinda, Rabu (16/7) malam.

Data perolehan medali yang dirilis Posko Kontingen Jatim dan PB PON XVII menyebutkan Jatim yang memimpin di posisi teratas sejak hari ketiga itu masih kokoh di puncak klasemen dengan meraih 137 emas, 110 perak dan 107 perunggu.

Dengan masih menyisakan sekitar 17 medali emas yang diperebutkan, torehan emas Jatim tidak mungkin dikejar pesaing terdekatnya tuan rumah Kaltim yang mengumpulkan 115 emas, 109 perak dan 115 perunggu. Sementara langganan juara PON, DKI Jakarta, berada di peringkat ketiga dengan 107 medali emas, 114 perak dan 116 perunggu.

Pada perburuan medali hari Rabu, Jatim mampu mengoleksi sebanyak 14 medali emas, di antaranya dari bulutangkis, panjat tebing, sepak takraw, ski air, dan pencak silat. Gubernur Jatim, Imam Utomo menyebut keberhasilan Jatim merebut juara umum PON 2008 di luar dugaan, karena sebelumnya hanya menargetkan posisi dua besar seperti empat tahun silam.

"Saya tidak menduga atlet-atlet Jatim mampu menunjukkan prestasi luar biasa di Kaltim. Gelar juara umum sangat membanggakan bagi masyarakat Jatim," kata Imam Utomo. Ia mengatakan keberhasilan Jatim menjadi juara PON kedua kalinya setelah tahun 2000 di Surabaya, tidak lepas dari persiapan jangka panjang yang dilakukan.

"Ini buah dari kerja keras Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jatim 100 yang digelar sejak 2005. Yang membanggakan lagi, Jatim juara umum di luar kandang," ucapnya.

"Setiap hari saya memantau perjuangan atlet dan saya sempat tidak percaya atlet-atlet Jatim mampu berjaya di sejumlah cabang olahraga. Awalnya target minimal 100 emas terpenuhi, ternyata mereka mampu mendulang lebih banyak emas lagi," ujar Imam Utomo. Jumlah medali emas yang diraih Jatim pada PON ini, lebih baik dibanding yang diraih atlet Jatim pada kejurnas prakualifikasi PON dengan perolehan sekitar 135 keping emas.

Pada kesempatan itu, Imam Utomo juga menjanjikan akan menambah jumlah bonus bagi atlet Jatim yang sukses merebut medali, baik emas, perak maupun perunggu. Namun, gubernur belum bersedia menyebutkan nilainya karena secepatnya akan dibahas dengan DPRD Jatim.

"Masak daerah lain berani beri bonus sampai Rp150 juta, Jatim hanya Rp75 juta per medali emas. Nanti akan ditambah bonusnya," ucapnya menegaskan. (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau