Mobil RI 1 Juga Pakai "Antikapak Merah"

Kompas.com - 17/07/2008, 07:11 WIB

JAKARTA, KAMIS - Mobil dinas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berpelat RI 1 ternyata juga dipasangi kaca film Ace Security Laminate (ASL). Hal ini diakui Marketing Manager PT ASL Indonesia Hendra ketika ditemui Kompas.com dalam Indonesian International Motor Show di JCC, Rabu (16/7).

"Kami sudah pasang di dua mobilnya bulan lalu," ujar Hendra. Hendra mengatakan, ASL diminta memasangkan kaca film itu di mobil orang nomor satu di negeri ini setelah mereka secara langsung mempresentasikannya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang keunggulan produk mereka.

Dengan demikian, Hendra berharap pejabat-pejabat lainnya bisa menyusul menggunakan kaca film teknologi Kanada ini. Menurut Hendra, di Kanada dan Amerika Serikat sendiri hampir 70 persen para petinggi pemerintahan dan ekonom telah menggunakan kaca film ini di mobil dinas mereka. Memang, di negara asalnya teknologi kaca film ASL ini telah berkembang sejak tahun 1991.

Dengan merambah Istana Merdeka, Hendra mencoba merendah dengan mengatakan tak memiliki target pasti dari produknya ini. "Yang terpenting bagaimana kami melindungi orang sebanyak-banyaknya," kata Hendra.

Kaca film ASL terbuat dari bahan polister sekitar 70 persen. Kaca film ini mampu menahan kekuatan pukulan hingga 17 kg per cm2 sehingga kaca yang dilindungi tak mudah pecah meskipun dipukul berulang-ulang dengan kapak atau batu. Oleh karena itu, teknologi ini bisa membantu para pengendara mobil aman dari serangan komplotan kapak merah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau