Tragedi itu Diawali Sadisme pada Agustus 1988 (2)

Kompas.com - 17/07/2008, 07:45 WIB

BATU - Penyelidikan waktu itu juga dilakukan POM ABRI begitu tersiar kabar bahwa korbannya adalah seorang perwira TNI berpangkat Letkol. Penyelidikan baru selesai menjelang subuh. Semua mayat korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSSA Malang untuk diotopsi.

"Hasil otopsi dan bukti-bukti lain memperkuat dugaan bahwa korban sengaja diterjunkan ke jurang bersama mobilnya setelah sebelumnya dibunuh. Apalagi, setelah dicek ternyata plat nomor Taft itu ternyata plat nomor milik sedan starlet " tutur Marlin. Singkatnya, beberapa waktu kemudian hasil penyelidikan mengarah pada Sumiarsih sebagai pelakunya.

Dugaan awal bahwa tragedi ini benar-benar kecelakaan murni juga terbersit di benak warga yang saat itu ikut menyaksikan ke lokasi. "Sebelum ada perkembangan penyelidikan polisi, kami memang menduga kejadian itu kecelakaan murni. Seingat saya, kejadian ini memang benar-benar menggemparkan warga Malang Raya," ujar Wahyu, warga yang saat itu ikut menyaksikan kejadian ini.

Meskipun tragedi ini terjadi 20 tahun silam namun masih melekat dalam ingatan warga sekitar Songgoriti dan para pedagang kawasan Payung. Bahkan, cerita tentang tragedi ini terus dikenang dan menjadi dongeng kepada anak-anak pedagang kawasan payung. "Saya yang saat itu masih kecil sering mendapat cerita dari ayah saya yang waktu itu masih aktif berjualan di kawasan Payung. Meskipun, pedagang di sini sekarang baru-baru semua namun para pedagang di sini rata-rata tahu karena mendapat cerita orang tuanya dulu," ujar Sofyan, salah seorang pedagang kawasan Payung. (surya)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau