BATU - Penyelidikan waktu itu juga dilakukan POM ABRI begitu tersiar kabar bahwa korbannya adalah seorang perwira TNI berpangkat Letkol. Penyelidikan baru selesai menjelang subuh. Semua mayat korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSSA Malang untuk diotopsi.
"Hasil otopsi dan bukti-bukti lain memperkuat dugaan bahwa korban sengaja diterjunkan ke jurang bersama mobilnya setelah sebelumnya dibunuh. Apalagi, setelah dicek ternyata plat nomor Taft itu ternyata plat nomor milik sedan starlet " tutur Marlin. Singkatnya, beberapa waktu kemudian hasil penyelidikan mengarah pada Sumiarsih sebagai pelakunya.
Dugaan awal bahwa tragedi ini benar-benar kecelakaan murni juga terbersit di benak warga yang saat itu ikut menyaksikan ke lokasi. "Sebelum ada perkembangan penyelidikan polisi, kami memang menduga kejadian itu kecelakaan murni. Seingat saya, kejadian ini memang benar-benar menggemparkan warga Malang Raya," ujar Wahyu, warga yang saat itu ikut menyaksikan kejadian ini.
Meskipun tragedi ini terjadi 20 tahun silam namun masih melekat dalam ingatan warga sekitar Songgoriti dan para pedagang kawasan Payung. Bahkan, cerita tentang tragedi ini terus dikenang dan menjadi dongeng kepada anak-anak pedagang kawasan payung. "Saya yang saat itu masih kecil sering mendapat cerita dari ayah saya yang waktu itu masih aktif berjualan di kawasan Payung. Meskipun, pedagang di sini sekarang baru-baru semua namun para pedagang di sini rata-rata tahu karena mendapat cerita orang tuanya dulu," ujar Sofyan, salah seorang pedagang kawasan Payung. (surya)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang