Nama Indonesia Harum di Mathematics World Contest 2008

Kompas.com - 17/07/2008, 13:46 WIB

JAKARTA, KAMIS - Indonesia kembali diharumkan namanya melalui prestasi bocah-bocah cilik di kancah internasional.

Melalui ajang kompetisi 12th Po Leung Kuk Primary Mathematics World Contest 2008 yang diselenggarakan pada 12-16 Juli di Hongkong ini, mereka berhasil membuktikan bahwa generasi muda mampu unjuk gigi dalam bidang sains.

Lima dari delapan siswa yang dikirim mampu menempati posisi first class honour, sedangkan secara tim mereka berhasil menempati posisi first runner up. Secara perorangan, mereka yang berhasil menempati posisi first class honour adalah Stefano Suryanto (Jakarta), Richard Akira Heru (Semarang), Christa Soesanto (Jakarta), Peter Young (Surabaya), dan Fransisca Susan (Jakarta).

Sementara itu, ketiga rekannya yang lain, Nicholas Tarino (Jakarta) dan Vincent (Jakarta) berhasil menempati posisi second class honour daN Reynaldi Nugroho (Jakarta) berhasil menempati posisi third class honour . Kedelapan bocah ini kemudian dibentuk dalam dua tim untuk mengikuti kategori team competition. Salah satu timnya mampu menempati posisi first runner up dan menjadi salah satu dari enam tim yang disebut champion of best overall performance, bersama Bulgaria, USA, China, Taiwan dan Filipina.

Dalam kompetisi kategori individual, para peserta diminta menyelesaikan 15 soal dalam bentuk esai dan isian singkat. Tingkat kesulitan soal sangat tinggikarena variabelnya memerlukan penyelesaian yang bersifat inovatif dengan ide yang cemerlang dan cerdas. Mereka yang dapat menyelesaikan keseluruhan soal dengan hasil sempurnalah yang dapat meraih posisi first class honour.

Prestasi ini disambut baik oleh Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Suyanto yang hadir dalam jumpa pers dengan para pemenang di Jakarta, Kamis (17/7). Suyanto berharap para siswa berprestasi ini terus mengasah kemampuannya dan tak bosan belajar. Selain itu, Suyanto juga berharap orangtua dapat bersinergi dengan sekolah dan anak itu sendiri untuk menciptakan kualitas manusia yang seimbang. Apa maksudnya?

"Harus seimbang, kecerdasan intelektual dengan kecerdasan yang lain. Anak-anak cerdas harus mampu menyampaikan ekspresi, tidak diam dan cool. Harus diseimbangkan kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional sehingga dapat menguasai segalanya," ujar Suyanto. (LIN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau