JAKARTA, KAMIS - Artalyta Suryani tampaknya menghalalkan segala cara agar kedok aslinya tak terungkap di muka persidangan. Artalyta sampai menyuruh orang membuat skenario untuk Urip.
Hal ini terungkap saat jaksa penuntut umum memutarkan rekaman percakapan antara perempuan yang akrab disapa Ayin itu dan seseorang yang dipanggil Yan:
Artalyta (A): Yan...
Yan (Y): Ya Bu
A: Ini saya pakai nomor lain. Takut yang itu nggak bersih. Kalau punya kamu bersih?
Y: Ya
A: Jadi begini, Senin ini itu kan Agus mereka. Itu nggak tahu institusinya. Kalau minggu ini enggak ada saksi lagi, kan si Urip yang jadi saksi. Itu tolong buatin itu Yan, yang dia suruh ungkapkan apa yang kemarin kita cerita itu. Pointers-nya sudah saya kasih tahu kan bahwa dia itu pinjam. Bagaimana dia harus mengembalikan nanti. Masak dia harus ngorbanin ibu. Dengan berbagai cara saya upayakan untuk mendapat pinjaman. Dengan segala cara, merayu, membujuk. Kan saya mohon jangan mengorbankan ibu.
Y: Ya, ya.
A: Bisa nggak buatin Yan?
Y: Bisa-bisa.
A: Kapan?
Y: Jadi gini, kalau saya rasa Senin atau Rabu saya hadir.
A: Boleh jugalah.
Y: Senin atau Rabu saya kan di sana. Kan sudah buat. Saya serahkan ke Urip Senin atau Selasa.
A: Nggak, ini dia kan sudah konpers. Kemarin saya bilang suruh buat supaya tanpa ada paksaan.
Y: Iya Bu, iya.
A: Saya suruh buat sendiri sesuai nuranimu. Dia bilang ya udah nggak apa-apa karena dia lagi fokus. Dia lagi di-split juga di kasus di luar saya dan Glenn (Glenn Yusuf, mantan Kepala BPPN). Jadi dia bilang ibu buatin saja, nah saya ikut saja. Nanti saya ngomong pada saat bersaksi.
Y: Jadi begini Bu, saya sudah siapin. Nanti kalau enggak Senin, saya langsung berangkat ke tempat dia. Saya diskusi sama ibu dulu. Setelah oke, baru saya diskusi bareng dia.
A: Coba deh sekarang kamu buatin saja. Nanti kan saya kasih ke Albab (pengacara Urip, J Albab Setiawan). Coba deh sekarang kamu bikin saja, nanti kan saya kasih ke Albab
Y: Oh ya sudah
A: Dia kan sudah suruh saya buat. Kamu sudah tahu maksudnya kan? Kamu buatin aja, kata-katanya kamu dramatisir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang