Artalyta Suruh Orang Bikin Skenario untuk Urip

Kompas.com - 17/07/2008, 15:11 WIB

JAKARTA, KAMIS - Artalyta Suryani tampaknya menghalalkan segala cara agar kedok aslinya tak terungkap di muka persidangan. Artalyta sampai menyuruh orang membuat skenario untuk Urip.

Hal ini terungkap saat jaksa penuntut umum memutarkan rekaman percakapan antara perempuan yang akrab disapa Ayin itu dan seseorang yang dipanggil Yan:

Artalyta (A): Yan...

Yan (Y): Ya Bu

A: Ini saya pakai nomor lain. Takut yang itu nggak bersih. Kalau punya kamu bersih?

Y: Ya

A: Jadi begini, Senin ini itu kan Agus mereka. Itu nggak tahu institusinya. Kalau minggu ini enggak ada saksi lagi, kan si Urip yang jadi saksi. Itu tolong buatin itu Yan, yang dia suruh ungkapkan apa yang kemarin kita cerita itu. Pointers-nya sudah saya kasih tahu kan bahwa dia itu pinjam. Bagaimana dia harus mengembalikan nanti. Masak dia harus ngorbanin ibu. Dengan berbagai cara saya upayakan untuk mendapat pinjaman. Dengan segala cara, merayu, membujuk. Kan saya mohon jangan mengorbankan ibu.

Y: Ya, ya.

A: Bisa nggak buatin Yan?

Y: Bisa-bisa.

A: Kapan?

Y: Jadi gini, kalau saya rasa Senin atau Rabu saya hadir.

A: Boleh jugalah.

Y: Senin atau Rabu saya kan di sana. Kan sudah buat. Saya serahkan ke Urip Senin atau Selasa.

A: Nggak, ini dia kan sudah konpers. Kemarin saya bilang suruh buat supaya tanpa ada paksaan.

Y: Iya Bu, iya.

A: Saya suruh buat sendiri sesuai nuranimu. Dia bilang ya udah nggak apa-apa karena dia lagi fokus. Dia lagi di-split juga di kasus di luar saya dan Glenn (Glenn Yusuf, mantan Kepala BPPN). Jadi dia bilang ibu buatin saja, nah saya ikut saja. Nanti saya ngomong pada saat bersaksi.

Y: Jadi begini Bu, saya sudah siapin. Nanti kalau enggak Senin, saya langsung berangkat ke tempat dia. Saya diskusi sama ibu dulu. Setelah oke, baru saya diskusi bareng dia.

A: Coba deh sekarang kamu buatin saja. Nanti kan saya kasih ke Albab (pengacara Urip, J Albab Setiawan). Coba deh sekarang kamu bikin saja, nanti kan saya kasih ke Albab

Y: Oh ya sudah

A: Dia kan sudah suruh saya buat. Kamu sudah tahu maksudnya kan? Kamu buatin aja, kata-katanya kamu dramatisir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau