Misterius, LP Medaeng Tiba-Tiba "Sepi"

Kompas.com - 18/07/2008, 01:39 WIB

Laporan Wartawan Kompas, Fabiola Ponto

SIDOARJO, JUMAT - Kegelisahan mulai melanda puluhan wartawan yang menunggu kabar eksekusi dua terpidana mati, Sumiasih dan Sugeng di LP Medaeng, Sidoarjo, Jumat (18/7) dinihari. Pasalnya, situasi LP yang semula penuh dengan aktifitas saat ini sudah berubah lengang.

Berdasarkan pemantauan Kompas, tiga mobil patroli polisi yang semula berjaga di sekitar LP sudah tidak ada. Sementara, pintu masuk LP pun sudah tertutup rapat, meski di dalam masih ada tim dokter LP Medaeng.

Kecurigaan bertambah besar, karena sebelum LP mendadak "sepi" ada aktifitas aneh dari dua buah mobil berkaca gelap yang keluar masuk lebih dari dua kali, tanpa menggunakan lampu. Kedua mobil itu masing-masing berjenis Toyata Land Cruiser dan Daihatsu Taft.

Ada kecurigaan, pihak berwenang mengubah pola pengecohan. Jika biasanya disediakan lebih dari satu mobil saat eksekusi akan berlangsung, agar wartawan terkecoh, maka bukan tidak mungkin hal itu kini berubah. Artinya, jangan-jangan dua mobil yang keluar masuk tanpa pengawalan tersebut sudah membawa dua terpidana kasus pembunuhan berencana itu, untuk dieksekusi.

Akhirnya, wartawan pun mulai berbagi tugas dengan rekan-rekannya yang berada di Rumah Sakit Dr. Sutomo, Surabaya. Berjaga, kalau-kalau eksekusi ternyata telah dilaksanakan. Di RS inilah jenazah ke dua terpidana nantinya akan disemayamkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau