Panglima TNI Peringatkan Soal Korupsi

Kompas.com - 18/07/2008, 05:02 WIB

SURABAYA, JUMAT - Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso mengingatkan prajuritnya bahwa saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin gencar melaksanakan penertiban administrasi di berbagai instansi pemerintah.
     
"Baik itu di ekskutif, yudikatif, bahkan di lembaga legislatif, termasuk di institusi TNI dalam rangka penegakan pemberantasan korupsi," katanya dalam amanat tertulis yang dibacakan Pangarmatim Laksda TNI Lili Supramono pada upacara 17-an di Koarmatim, Surabaya, Kamis (17/7).

Untuk itu Panglima TNI meminta pengawasan fungsional maupun pengawasan melekat unsur pimpinan di lingkungan TNI harus lebih dioptimalkan lagi untuk mengurangi adanya penyimpangan anggaran sehingga tidak mengganggu kesiapsiagaan operasional satuan.  

"Kita harus terus meningkatkan clean goverment dan good goverance serta melaksanakan pengelolaan keuangan secara baik, benar, bersih, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan, baik pada tingkat satuan terendah sampai tingkat Mabes TNI," ujarnya.

Pada upacara yang diikuti 2.631 prajurit dan pegawai negeri sipil (PNS) itu Panglima TNI juga mengingatkan bahwa tahun 2008/2009 merupakan tahun politik yang sarat dengan agenda dan aktivitas politik.  

"Pemberlakuan masa kampanye panjang yang dimulai 12 Juli 2008 sampai dengan  5 April 2009 dan dengan jumlah 34 partai politik nasional akan semakin meningkatkan situasi secara signifikan," katanya. Apabila peningkatan suhu politik tersebut tidak disikapi dan dikelola dengan baik, katanya, maka akan dapat berpengaruh terhadap stabilitas keamanan nasional.

"Sebagai bagian dari komponen bangsa, dalam fungsi, peran, dan tugas pokoknya pada operasi militer selain perang, yaitu membantu kepolisian dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam undang-undang, TNI berkewajiban untuk meningkatkan kesiapsiagaan operasional dalam rangka mengantisipasi setiap perkembangan situasi yang akan terjadi," katanya.

Untuk itu, Panglima TNI berharap seluruh perwira lebih meningkatkan deteksi dan cegah dini terhadap setiap perkembangan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau