Presiden Berutang Janji di Sulawesi Tengah

Kompas.com - 18/07/2008, 10:41 WIB

AMPANA, JUMAT -  Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, Jumat (18/7) pagi waktu setempat, diminta bantuannya oleh Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) HB Paliudju, untuk mempercepat realisasi janji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada waktu kunjungan kerjanya ke Sulteng, April beberapa waktu yang lalu.

Janji Presiden Yudhoyono adalah mempercepat pembangunan Sulteng. Permintaan itu disampaikan Paliudju yang berpidato sebelum sambutan Wapres saat bertemu dengan peserta usaha kecil menengah dan petani Kelompok Profesi Masyarakat (KPM) Provinsi Sulteng, di tepi Pantai Uebone, Kecamatan Ampana, Kabupaten Toja Una-una, Sulteng, Jumat pagi.

Hadir dalam acara itu Bupati Kabupaten Tojo Una-una, Damsik Djaelani, dan pejabat daerah lainnya serta petinggi Partai Golkar dan ribuan petani dan anggota koperasi UKM. Menurut Paliudju, proposal percepatan pembangunan yang sudah disampaikan beberapa waktu lalu dan kini berada di tangan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi itu, disebutkan belum ada kabar beritanya.

"Tolong, dengan bantuan Bapak, janji itu bisa segera direalisasi. Kami waktu itu meminta percepatan pembangunan, yang dijanjikan Presiden. Konsepnya sekarang ada di Mensekkab (Sekretaris Kabinet/Sekkab) supaya bisa lebih cepat direalisasi," ujar Paliudju.

Ia menambahkan, "Janji itu disampaikan waktu Presiden berkunjung ke Sulteng pada 30 April." Selanjutnya, Paliudju juga mengingatkan Wapres Kalla, "Pada waktu pemilu tahun 2004, masyarakat di Sulteng memenangkan pasangan SBY-Kalla sampai 80 persen suara di Sulteng."

Menjawab permintaan itu, Kalla menjawab, "Presiden Yudhoyono pasti bermaksud semua itu akan terlaksana. Akan tetapi, Pak Gubernur, saya akan memeriksa proposalnya sudah ada di mana dan realisasinya bagaimana."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau