Dituduh terlibat calciopoli

Atalanta dan Livorno Terancam Pemotongan Poin

Kompas.com - 18/07/2008, 21:58 WIB

 

 

MILAN, JUMAT - Kompetisi Serie-A belum bersih dari skandal pengaturan skor alias Calciopoli. Setelah kasus menghebohkan itu menggemparkan sepakbola Italia pada tahun 2006 karena melibatkan beberapa klub elite seperti Juventus, AC Milan, Lazio dan Fiorentina, musim lalu kejadian itu ditengarai terulang lagi meskipun hanya terjadi pada dua klub kecil, yakni Atalanta dan Livorno.

Menurut laporan media di Italia, Jumat (18/7), Atalanta dan Livorno akan mendapat hukuman pemotongan poin jika terbukti terlibat kasus yang sangat memalukan itu. Atalanta bakal memulai kompetisi Serie-A musim 2008/09 dengan nilai minus tujuh (-7) karena kehilangan tujuh poin, sedangkan Livorno yang terdegradasi ke Serie-B mungkin akan mendapat potongan serupa.

Sebenarnya, pengadilan telah meminta agar hukuman tersebut segera dijatuhkan. Namun federasi sepakbola Italia (FIGC) belum mau memberikan komentar.

Pada awal bulan ini, federasi menuduh pemain Atalanta Gian Paolo Bellini, dan mantan kapten Livorno, David Balleri, mengatur skor pertandingan antara kedua tim pada musim lalu.

Pasalnya, di pertemuan pertama 23 Desember 2007, kedua tim bermain imbang 1-1, namun pada laga kedua 4 Mei, Atalanta menang 3-2 lewat gol menjelang pertandingan usai. Setelah pertandingan, beberapa pemain Livorno memburu lawan mereka itu ke dalam ruang ganti.

Saat ini kedua pemain tersebut masih di dalam penyelidikan. Jika keduanya terbukti bersalah, maka Balleri dan Bellini akan mendapat hukuman larangan bermain selama tiga tahun. Meskipun demikian, baik klub maupun dua pemain itu menolak tuduhan tersebut. (CH4/LOU)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau