Waduk Menyusut, Penghasilan Arena Wisata Air Turun

Kompas.com - 20/07/2008, 16:21 WIB

LAMONGAN, MINGGU - Menyusutnya kapasitas air waduk Gondang di Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan juga menyebabkan penghasilan pengelola arena wisata air menurun hingga 50 persen. Saat ini kapasitas waduk Gondang tinggal 15 persen dari kapasitas normal sekitar 18 juta meter kubik.

Salah seorang pengelola jasa sewa perahu di Waduk Gondang Mustam Minggu (20/7) mengatakan dalam kondisi normal sebelum waduk menyusut sedikitnya dia bisa membawa pulang hasil bersih dipotong bahan bakar, Rp 60.000 per hari. Tetapi setelah air waduk menyusut sejak Mei lalu penghasilannya tinggal Rp 30.000 rata-rata per hari.

Hal yang sama dialami pemilik jasa sewa sepeda air Supriyadi. Pada kondisi normal waduk tidak menyusut bisa menghasilkan Rp 400.000 hingga Rp 600.000 tetapi kini tinggal Rp 250.000 hingga Rp 3000.000. "Saya ini kontrak Rp 10 juta per tahun kepada Dinas Pengairan. Kalau sepi terus ya untungnya sedikit," kata Supriyadi.

Sebelumnya Supriyadi menggunakan sistem setoran, tetapi sejak lima tahun lalu berubah menjadi kontrak. Supriyadi sudah menggeluti profesi itu sudah tujuh tahun, sedang Mustam sudah 15 tahun. Waduk Gondang sendiri dibangun sejk 1987 lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau