Polda Jateng Siapkan 3 Tempat Eksekusi Amrozi

Kompas.com - 21/07/2008, 15:51 WIB

SEMARANG, SENIN - Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) telah menyiapkan tiga tempat yang dimungkinkan untuk eksekusi tiga terpidana mati bom Bali I, Amrozi, Imam Samudra, dan Muklas. Saat ini ketiganya mendekam di LP Batu, Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jateng.
   
"Kita sudah siapkan untuk antisipasi. Tergantung keputusan dari Kejaksaan Agung (tempat eksekusi Amrozi dan kawan-kawan)," kata Wakapolda Jateng Brigjen Pol Adang Rochjana seusai acara kunjungan kerja Komisi I DPR di Kantor Pemerintah Provinsi Jateng, Senin.
   
Adang menjelaskan, yang menentukan tempat eksekusi Amrozi dan kawan-kawan bukan Polda Jateng. Pihaknya hanya menyiapkan tempat apabila diminta. "Kita kan pelaksana saja. Jika eksekusi dilaksanakan di Jateng, kita telah antisipasi dan kita sudah siap," kata Adang.
   
Namun, saat ditanya tiga tempat tersebut, Adang hanya menyebutkan Nusakambangan di antaranya. Sementara itu, dua tempat lainnya ia enggan menyebutkan. Adang mengatakan, Polda Jateng juga telah menyiapkan personel regu tembak dan personel polisi untuk pengamanan.
 
"Kita pernah melaksanakan eksekusi terpidana mati kasus narkoba asal Nigeria (Samuel Iwacheukwu Okoye dan Hansen Antony Nwaosya)," katanya.
   
Disinggung apakah regu tembak untuk Amrozi sama dengan regu tembak untuk eksekusi terpidana mati kasus narkoba asal Nigeria? Adang mengaku tidak sama. "Beda, kita sudah menyiapkan banyak regu untuk cadangan sewaktu-waktu," ujarnya.
   
Jaksa Agung Hendarman Supandji di Jakarta, Senin (21/7), berharap, eksekusi Amrozi dan kawan-kawan dapat dilakukan sebelum bulan puasa. "Harapan saya sebelum puasa," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau