Pasien Gusuran RSCM Ditangani Puskesmas Menteng

Kompas.com - 21/07/2008, 16:28 WIB

JAKARTA, SENIN - Pasien korban pengusiran RSCM, Jakarta, Senin (21/7), ditangani oleh Puskesmas Menteng. Pemeriksaan baru dimulai hari ini. Puskesmas Menteng sendiri berinisiatif untuk datang karena prihatin terhadap pasien-pasien telantar ini. "Pasien yang sudah diperiksa sejauh ini baru 15 orang," kata seorang pihak puskesmas yang tak mau menyebutkan namanya.

Wati, salah seorang keluarga pasien, menuturkan, pihak LBH menjanjikan untuk mendatangkan dokter-dokter spesialis dari rumah sakit lain guna memastikan sakit yang diderita pasien dan mengambil tindakan penyembuhan. Sejumlah pasien mengaku belum mendapat hasil diagnosis dari RSCM. "Kami kan cuma orang awam jadi pihak LBH bantu kami supaya ngerti penyakitnya apa. Biar tahu juga obatnya apa," ujar Wati.

Menurut Wati, pihak RSCM tidak memberikan hasil diagnosis apa pun padahal adiknya sudah dirawat selama tiga bulan di sana. "Cuma disuruh ke sana ke mari, belum diperiksa sama sekali tapi sudah disuruh pulang," katanya. Adiknya merupakan pasien penyakit TB tulang dan selama ini dirawat di gedung A RSCM.

Mereka yang digusur merupakan pasien inap jalan. Mereka saat ini ditampung di sebuah rumah di Jalan HOS Cokroaminto, Jakarta, setelah sebelumnya ditampung di LBH Jakarta. (M12-08)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau