KUNINGAN, SENIN -Akhirnya, 71.038 keluarga miskin 84.446 rumah tangga miskin di Kuningan bisa menikmati bantuan langsung tunai (BLT), Senin (21/7) pagi. Jumlah penerima pada penyaluran tahap pertama berkurang 16 persen, karena setelah diverifikasi ulang, sekitar 13.408 rumah tangga miskin yang terdata itu tidak layak menerima bantuan. Pada hari pertama pencairan BLT, rumah tangga miskin di 16 kecamatan dari 32 kecamatan di Kuningan mendapatkan bantuan senilai Rp 300.000 per keluarga.
Menurut Kepala Kantor Pos Kuningan, Yadi Haryadi mengatakan, seharusnya kuota rumah tangga sasaran (RTS) di Kuningan adalah 84.446 keluarga, namun setelah diverifikasi ulang ternyata 13.408 RTS ternyata tidak layak menerima bantuan. "Sekitar 16 persen RTS yang ada di daftar nominator ternyata tidak layak menerima. Penyebabnya karena banyak yang sudah meninggal dan pindah domisili. Sebanyak 50 persen adalah karena meninggal dunia, karena data yang dipakai adalah data tiga tahun lalu," ujar Yadi.
Adapun RTS yang tidak layak itu, akan diganti dengan nama-nama keluarga miskin yang diajukan untuk menggantikan kuota yang tersisa. Sebanyak 13.408 RTS susulan tersebut baru akan mendapat bantuan bulan depan. Sebab, proses pemutakhiran data, pencetakan kartu BLT, dan pendistribusiannya membutuhkan waktu sebulan. Targetnya, pencairan untuk 16 kecamatan pertama selesai tanggal 28 Juli, dilanjutkan dengan 16 kecamatan berikutnya.
Yadi menambahkan, ada dua kecamatan yang pencairannya ditunda atas permintaan pengurus dan warga kecamatannya. "Mereka meminta agar BLT dibagikan bersamaan dengan RTS susulan," kata Yadi.
Pencairan BLT di 17 kantor pos di Kabupaten Kuningan berjalan relatif lancar, tidak ada antrean serta terkendali. Hal itu terjadi karena setiap kantor pos telah membuat jadwal per desa/kelurahan. Sementara itu, pada saat yang sama, pencairan hari pertama juga berlangsung di tiga kecamatan di Kabupaten Indramayu.
Aris Ristiadi, Koordinator Satgas BLT Kantor Pos Indramayu mengatakan, pencairan ditujukan kepada 18.400 RTS dari 19.720 RTS yang telah dikuotakan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang