Soedradjat Terima Rp 25 Miliar dalam Dua Tahap

Kompas.com - 21/07/2008, 18:34 WIB

JAKARTA, SENIN - Mantan Gubernur Bank Indonesia, Soedradjat Djiwandono mengaku menggunakan pinjaman dana YPPI sejumlah Rp 25 miliar untuk membiayai kegiatannya mengenai kebijakan BI dalam menangani krisis terkait kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang menyeret dirinya menjadi tersangka. Hal ini ia ungkapkan saat dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum menjadi saksi pada persidangan dengan terdakwa mantan Direktur Biro Hukum BI Oey Hoey Tiong dan mantan Kepala Biro BI Surabaya Rusli Simanjuntak di Pengadilan Tipikor, Senin (21/7).

Soedradjat Djiwandono mengungkapkan dana sebesar Rp 25 miliar tersebut ia terima dalam dua tahap. Tahap pertama sejumlah Rp 5 miliar merupakan pinjaman dari YPPI. Sedangkan bantuan kedua sejumlah Rp 20 miliar. Semula Soedradjat mengetahui bantuan itu berasal dari BI, ternyata setelah ada pemeriksaan BPK terhadap BI tahun 2006, ia mendapat pemberitahuan dari YPPI untuk mengubah status bantuan tersebut menjadi pinjaman, karena dana tersebut merupakan uang YPPI.

"Mulanya uang Rp 20 miliar tersebut setahu saya adalah dana bantuan dari BI, namun pada tahun 2006 datang surat pemberitahuan dari yayasan (YPPI) bahwa dana bantuan sebesar tersebut adalah uang YPPI, sehingga saya harus menandatangani surat hutang," ujar Soedradjat.

Soedradjat mengaku pada awalnya berat untuk menyetujui perubahan status dari dana bantuan menjadi pinjaman. "Awalnya saya merasa berat, tapi karena itu keputusannya saya akhirnya menyepakati. Saya berjanji mengembalikan uang tersebut hingga batas waktu 2011," ujarnya.

Dari pinjaman tersebut, Soedradjat mengaku pinjaman pertama sebesar Rp 5 miliar sudah ia kembalikan. Sedangkan pinjaman kedua, dari total Rp 20 miliar sudah ia kembalikan sebesar Rp 300 juta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau