Selebaran Gelap Marak di Kediri

Kompas.com - 21/07/2008, 18:53 WIB

KEDIRI, SENIN- Dua hari menjelang hasi pemungutan suara pada pemilihan gubernur Jawa Timur periode 2008-2013, Senin (21/7), banyak selebaran gelap yang menyudutkan salah satu pasangan calon beredar di Kota Kediri, Jawa Timur. Panitia pengawas pemilihan gubernur Jatim Kota Kediri juga menerima laporan pengaduan dari tim sukses terkait kampanye hitam tersebut.

Anggota Panwas Pilgub Jatim Kota Kediri Zaenal Arifin, Senin (21/7), mengatakan, selebaran gelap pertama ditemukan di Kelurahan Blabak Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, hanya beberapa meter dari kantor kelurahan. Jumlahnya ada 20 lembar yang disita, dari puluhan yang dipasang.

Panitia pengawas kecamatan menemukan poster bergambar pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jatim nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa dan Mujiono (Kaji) yang didalamnya terdapat gambar salib. Selebaran yang ditempel di berbagai lokasi mulai tiang listrik, warung, dan tembok rumah warga itu mengatasnamakan Partai Damai Sejahtera. Padahal, partai yang bersangkutan mengaku tidak pernah membuat selebaran tersebut.

"Partai Damai Sejahtera memang pendukung Kaji, akan tetapi saya sudah ngecek ke partai tersebut, dan yang bersangkutan tidak pernah mengeluarkan poster seperti itu. Jadi jelas ini pelecehan dan sangat menyudutkan kami," kata Husni salah satu anggota tim sukse pasangan Kaji di Kota Kediri.

Atas temuan kampanye hitam yang menyudutkan calonnya itu, Husni mengaku tidak terima. Pihaknya telah melapor ke Panwas Pilgub Jatim Kota Kediri dan berharap kasusnya bisa ditindaklanjuti dengan laporan ke Polisi. Husni sangat berharap pelaku kampanye hitam bisa segera ditindak.

Selain menemukan kampanye hitam yang menyudutkan pasangan Kaji, Panwas juga menemukan kampanye serupa pada pasangan Achsan dan Sutjipto-Ridlwan Hisjam. Sebuah poster bergambar pasangan Achsan diberi kumis dan jengggot. Sedangkan poster bergambar pasangan SR selain diberi kumis dan jenggot juga dilubangi bagian matanya dan ditambahi cakil sehingga mirip gambar buto (raksasa).

Gambar-gambar itu ditemukan di tempel di depan Masjid Dermo di Kelurahan Mojoroto, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada saat Panwas melakukan pembersihan atribut kampanye pasangan calon.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau