Laporan wartawan Kompas Haryo Damardono
JAKARTA, SENIN- Hasil survei International Finance Corporation (IFC), lembaga dunia yang berkantor di Gedung Bursa Efek Jakarta, menunjukkan sebanyak 49 persen dari 1.281 responden berniat membeli rumah dalam tiga tahun ke depan.Dari survei itu, diketahui terdapat 55.800 klien potensial, dengan jumlah pinjaman lebih dari Rp 6,6 triliun. Para responden telah menyatakan minat untuk meminjam uang ke bank atau koperasi.
"Temuan kami menyatakan bahwa masyarakat Indonesia lebih menginginkan suku bunga kredit kepemilikan rumah tetap atau fixed rate, dan mereka juga ingin uang muka yang lebih ringan," ujar Raymond Struyk dari Universitas Chicago, selaku periset Indonesian Housing Finance Surveu, Senin (21/7) saat bertemu di kantor IFC.
Survei digelar pada Desember 2007 hingga Juni 2008, pada tujuh kota besar, yakni Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Bandung, Semarang, dan Denpasar. Rata-rata responden berusia 39 tahun, dan berpenghasilan (gaji pokok) rata-rata Rp 5 juta per bulan.
"Bila perbankan jeli, masih sangat besar peluang untuk menyalurkan KPR kepada masyarakat. Karakter pengaju KPR harus dipahami," ujar Struyk.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang