JAKARTA, SELASA - Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Achmad Faisal menyangkal adanya praktik mafia pengadaan BBM dalam negeri. Praktik mafia itu dianggap menjadi penyebab kenaikan harga BBM. "Sistem pengadaan kita transparan melalui tender. Jadi, mana bisa kita yang mengatur," katanya di Jakarta, Selasa (22/7).
Kenaikan harga BBM, ujarnya, sudah disetujui oleh pemerintah, yakni dengan mean of plat Singapore (MoPS) atau penggunaan rata-rata harga minyak di Singapura ditambah sembilan persen yakni Rp 9.000. Maka, subsidi yang diberikan ke Pertamina hanya Rp 4.500. "MoPS plus sembilan persen itu adalah untuk biaya distribusi, biaya angkut, dan biaya setor ke daerah-daerah,"
Achmad juga mengatakan, pemenang tender itu adalah perusahaan yang memiliki minyak. Sementara itu, banyak perusahaan yang tidak memiliki minyak juga ikut tender. Oleh karena itu, wajar jika yang menang tender hanya beberapa perusahaan. (C10-08)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang