JAKARTA, SELASA - Departemen Keuangan menukarkan 19 seri surat berharga negara atau SBN yang jatuh tempo antara 2009-2013 ke obligasi negara pengganti yang bertenor lebih panjang, yakni FR0035 yang jatuh tempo pada 2022. Nilai 19 seri SBN yang ditukarkan senilai Rp 4,425 triliun.
Kepala Biro Humas Departemen Keuangan Samsuar Said mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Selasa (22/7). Program penukaran SBN ini kerap disebut sebagai debt switch. Menurut Samsuar, nilai obligasi yang ditawarkan oleh pemiliknya kepada pemerintah sebenarnya lebih tinggi, yakni Rp 6,135 triliun. Namun pemerintah hanya menerima penukaran sebesar Rp 4,425 triliun.
Debt switch dilakukan pemerintah hanya ketika harga SBN di pasar sekunder dalam kondisi turun jauh di bawah harga par (100 persen). Ini dilakukan agar pemerintah bisa membeli kem bali SBN yang belum jauh tempo dengan harga murah.
Namun, pembelian itu tidak menimbulkan pengeluaran dana di pihak pemerintah dalam jumlah besar, seperti dalam cash debt buy back (pembelian kembali SBN yang belum jatuh tempo secara tunai). Dalam debt switch, pemerintah membeli kembali SBN yang belum jetuh tempo dengan menukarkannya pada SBN lain dengan jatuh tempo lebih panjang.
Dengan cara ini, pemerintah bisa mengurangi beban pembayaran bunga atau SBN yang jatuh tempo dalam waktu dekat. Sementara di pihak investor (atau pemilik SBN) akan memperoleh keuntungan karena investasinya diperpanjang, yang berarti ada penerimaan kupon atau bunga yang lebih lama lagi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang