19 Seri SBN Senilai Rp 4,425 Triliun Ditukarkan

Kompas.com - 22/07/2008, 20:08 WIB

JAKARTA, SELASA - Departemen Keuangan menukarkan 19 seri surat berharga negara atau SBN yang jatuh tempo antara 2009-2013 ke obligasi negara pengganti yang bertenor lebih panjang, yakni FR0035 yang jatuh tempo pada 2022. Nilai 19 seri SBN yang ditukarkan senilai Rp 4,425 triliun.

Kepala Biro Humas Departemen Keuangan Samsuar Said mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Selasa (22/7). Program penukaran SBN ini kerap disebut sebagai debt switch. Menurut Samsuar, nilai obligasi yang ditawarkan oleh pemiliknya kepada pemerintah sebenarnya lebih tinggi, yakni Rp 6,135 triliun. Namun pemerintah hanya menerima penukaran sebesar Rp 4,425 triliun.

Debt switch dilakukan pemerintah hanya ketika harga SBN di pasar sekunder dalam kondisi turun jauh di bawah harga par (100 persen). Ini dilakukan agar pemerintah bisa membeli kem bali SBN yang belum jauh tempo dengan harga murah.

Namun, pembelian itu tidak menimbulkan pengeluaran dana di pihak pemerintah dalam jumlah besar, seperti dalam cash debt buy back (pembelian kembali SBN yang belum jatuh tempo secara tunai). Dalam debt switch, pemerintah membeli kembali SBN yang belum jetuh tempo dengan menukarkannya pada SBN lain dengan jatuh tempo lebih panjang.

Dengan cara ini, pemerintah bisa mengurangi beban pembayaran bunga atau SBN yang jatuh tempo dalam waktu dekat. Sementara di pihak investor (atau pemilik SBN) akan memperoleh keuntungan karena investasinya diperpanjang, yang berarti ada penerimaan kupon atau bunga yang lebih lama lagi. 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau