Pulau Pulau Kecil Terancam Abrasi dan Penambangan Pasir

Kompas.com - 22/07/2008, 21:11 WIB

JAKARTA, SELASA - Perjalanan Tim Kapal Ekspedisi Garis Depan Nusantara sudah sampai di Kepulauan Riau. Ada lima pulau kecil terluar yang didata yakni Iyu Kecil, Karimun Kecil, Pelampong, Batu Berhanti, dan Nongsa.

Tim berangkat dari Bengkalis, Provinsi Riau sejka Minggu (20/7). Pulau Iyu Kecil menjadi tujuan pertama perjalanan. Di pulau ini terdapat dermaga kecil tempat kapal nelayan singgah. Iyu Kecil merupakan pulau berbukit dengan tebing berbatu. Fasilitas pulau ini belum berjalan dengan baik. Mercusuar tak ada penjaga, padahal keberadaannya sangat penting untuk navigasi laut. Terlebih di perairan Selat Singapura ini banyak kapal hilir mudik.

Data Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) menyebutkan bahwa pulau Pelampong tak berpenghuni. Namun keadaan yang berbeda ditemukan tim saat bertandang ke sana.

"Ada dua kepala keluarga yang tinggal di pulau ini," ujar Haris Mulyadi, Komandan Operasional Ekspedisi. Diperkirakan keduanya merupakan penghuni baru. Mereka bekerja sebagai nelayan yang mengekspor hasil lautnya ke Singapura. Bahkan salah satunya pernah mengenyam pendidikan di sebuah universitas negeri di Yogyakarta.

"Pulau Pelampong hampir habis karena abrasi," ujar Haris, ketika ditanya mengenai keadaan pulau ini. Disepanjang garis pantai tak ada satupun pohon Bakau. Kontur pulau yang sedikit menanjak memudahkan ombak untuk mengikis pantai. Kondisi seperti itu membuat penanaman pohon bakau harus segera dilakukan di pulau ini.

Penambangan pasir ilegal masih menghantui di beberapa pulau kecil terluar. Di Karimun Kecil, kekhawatiran ini dirasa sangat besar. Pulaunya terhitung luas dan tak berpenghuni. Tak ditemukan petugas marinir yang berjaga. Bahkan tak ada fasilitas mercusuar di pulau ini. Lain halnya dengan Pelampong yang dijaga lima petugas marinir.

Pulau Karimun Kecil berupa tebing tinggi yang curam dengan banyak vegetasi. Perbedaan pasang surut air laut sangat jauh. Ketika surut, pulau ini menjadi sangat tinggi dan sulit didarati.

Saat ini Tim Kapal sedang berada di pulau Nongsa. Pulau Nongsa merupakan pulau terakhir yang dituju tim di Selat Singapura. Nongsa merupakan pulau kecil dengan luas 0,077 km persegi. Di pulau ini terdapat tugu NKRI dengan koordinat yang dibuat Pemda setempat.

Di lima pulau kecil terluar ini Tim melakukan pendataan dan pendokumentasian patung Soekarno Hatta. Selanjutnya Tim akan berangkat menuju Batam untuk mengisi bahan bakar dan persediaan logistik sebelum melanjutkan perjalanan ke pulau Sentut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau