BONTANG - Jika pawang buaya 'Monster Sangatta' bisa menjinakkan buaya sepanjang lima meter dengan berat 400 Kg, pawang yang satu ini juga telah teruji melumpuhkan buaya. Warga asli Kelurahan Guntung Kota Bontang itu sudah 18 kali melumpuhkan buaya.
"Kami dapat informasi dari paman Anto bahwa ada yang lebih dekat dan lebih baik. Karena itu kami minta tolong bantuannya. Tidak perlu jauh-jauh ke Sangatta," ujar Kakek Anto Abdul Fatah saat ditemui Tribun di kediaman keluarga Anto, Desa Santan Ilir, Kecamatan Marangkayu, Kukar, Selasa (22/7) malam.
Seperti diketahui, awalnya keluarga Anto akan memanggil pawang yang menaklukkan 'Monster Sangatta'. Pawang yang menggantikan pawang 'Monster Sangatta' itu bernama Yusran. Saat ditemui usai Salat Ghaib, pria berusia 66 tahun ini mengaku sebagai korban keganasan buaya, termasuk buaya di Sungai Santan. Yusran yang menggunakan peci haji dan sorban melingkar di lehernya menceritakan, dulu anak kandungnya pernah menjadi korban buaya Guntung.
"Saat itu saya naikkan 27 buaya untuk mencari pelaku sesungguhnya dan alhamdulillah berhasil," ujarnya. Korban keganasan Sungai Santan, 2007 lalu tak lain adalah cucu Yusran. Ia menduga buaya yang memangsa Anto adalah buaya yang pernah memangsa cucunya.
Yusran mengaku telah menurunkan satu butir telor ayam kampung, pinang dan daun siri dan tembakau ke Sungai Santan. Ritual itu dilakukan untuk menghormati roh-roh pendahulu yang menghuni daerah sekitar Sungai Santan. "Ini dulu ajaran kedewaan untuk menghormati pendahulu kita," katanya.
Setelah itu, Selasa (22/7) malam, tepat pukul 22.00 wita, Yusran, Bagi dan Samad turun ke Sungai Santan hanya dengan perahu kecil dan dayung.
Tidak ada senjata tajam yang mereka bawa. Hanya berbekal bambu dan tali. "Mudah-mudahan malam ini kita bisa segera menemukannya," ujarnya.
Ia belum mengetahui secara pasti apakah buaya tersebut masih berkeliaran di Sungai Santan atau bersembunyi di anak-anak sungai. Yang pasti kata Yusran, buaya-buaya itu bukan buaya jadi- jadian seperti yang dikisahkan banyak orang.
"Buaya ini disisihkan dari kelompoknya karena terpengaruh roh-roh buaya dulu. Makanya dia bersalah," ujar pawang yang pernah menangkap buaya paling besar sepanjang tiga meter dengan berat sekitar 80 Kg. (BASYIR DAUD)