Sempat Disiapkan Pasukan Khusus

Kompas.com - 23/07/2008, 06:12 WIB

Memburu Radovan Karadzic di tanah kelahirannya, Serbia, jelas pekerjaan berat. Pemimpin, rakyat, dan tentara tetap melindunginya. Pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengerahkan helikopter dan kendaraan lapis baja untuk mendatangi lokasi keberadaan Karadzic.

Belasan tentara NATO dan Uni Eropa pernah menyerbu rumah kediaman Karadzic di Pale di tenggara Sarajevo. Jejak Karadzic tak ditemukan. Pasukan pun membongkar septic tank setelah istri Karadzic, Ljiljana, mengatakan, Karadzic mungkin berada dalam bungker, seperti Pemimpin Irak Saddam Hussein.

Belasan tentara AS, Inggris, Jerman, dan Slovenia dengan helikopter dan kendaraan lapis baja pada April 2004 menyerbu sebuah gereja Ortodoks di Pale. Karadzic dilaporkan menyamar sebagai pendeta. Namun pencarian ini juga nihil.

Presiden AS Bill Clinton dan Presiden Perancis Jacques Chirac pernah ingin membentuk pasukan khusus bersama tahun 1999 untuk mengejar Karadzic. Buronan atas pembantaian di Srebrenica, aksi pembantaian paling keji setelah Perang Dunia II, ini harus ditangkap sekalipun dengan risiko Karadzic tewas terbunuh.

Drama pencarian selama 13 tahun ini berakhir di Belgrade setelah peran intelijen Barat asing yang selama beberapa pekan ini aktif melacak keberadaan Karadzic. Dengan rambut panjang dan jenggot lebat, Karadzic bebas berkeliaran setiap hari seorang diri dengan bus. Dia bekerja di sebuah klinik pengobatan alternatif.

Petugas sipil Serbia yang mendapat tips dari intelijen asing mengikutinya sejak pagi hingga malam sebelum menangkapnya dalam sebuah bus di pinggiran Belgrade. ”Dia gembira karena bisa bebas berkeliaran,” ujar Vladimir Vukcevic, penuntut penjahat perang Serbia.

Peran intelijen asing bisa efektif karena kehadiran pemerintahan Serbia pro-Barat di Belgrade. Karadzic dikorbankan agat Serbia bisa masuk Uni Eropa. (AFP/PPG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau