Achmady: Kalau Gagal Kembali Bertani

Kompas.com - 23/07/2008, 09:45 WIB

SURABAYA, RABU - Calon gubernur Jatim, Achmady, memberikan suara di tempat pemungutan suara (TPS) tak jauh dari rumahnya, yaitu TPS 3 Desa Kemasan Tani Kecamatan Gondang Mojokerto, Rabu (23/7).

Di desa kelahirannya itu, Achmady yang berpasangan dengan Suhartono disambut dengan permainan hadrah oleh masyarakat desa setempat. Warga desa pun berebut menyalami calon yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa itu. Di TPS itu ia sudah menunggu sejak pukul 06.30 dan memberikan suara pukul 07.13. Ia, bersama istri dan dua anaknya, menjadi pemilih yang pertama kali memberikan suara di TPS yang melayani 423 pemilih terdaftar itu.

Ditanya soal peluang dalam perebutan kursi nomor satu di Gedung Negara Grahadi itu, Achmady mengaku optimistis menang. Kalau gagal? "Kan masih banyak lahan lain untuk mengabdi. Saya juga masih bisa bertani. Saya kan dulunya bertani juga," kata Achmady kepada Surya.

Setelah memberikan suara, Achmady menunggu di rumahnya di Jalan Pekayon 4 Mojokerto sambil mengikuti perkembangan pemilihan gubernur itu lewat televisi. Tidak banyak pendukung yang menyertainya di rumah itu. Tidak seperti Selasa (22/7) malam, ketika rumah itu dipenuhi suporter hingga meluber sampai di jalan depan rumah.(BET)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau