JAKARTA, RABU - Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, Rabu (23/7), mengingatkan direksi dan pegawai di Kementerian BUMN dan BUMN lainnya agar jangan coba-coba menggunakan dana BUMN untuk kepentingan partai politik menjelang Pemilu 2009. Kalau berani menggunakannya, yang bersangkutan akan berurusan dengan hukum.
Demikian ditegaskan Sofyan Djalil menjawab pers, seusai menghadiri acara pembukaan Kongres Asia Human Resources Development di Jakarta Convention Centre, Rabu pagi ini. Acara itu dibuka secara resmi oleh Wapres Muhammad Jusuf Kalla.
Menurut Sofyan Djalil, sebenarnya sulit menggunakan dana APBN dan dana BUMN untuk kepentingan pemilu. Sebab, semuanya diaudit, tak hanya oleh Badan Pemeriksa Keuangan, melainkan juga Badan Pengawasan Keuangan serta Pembangunan dan Inspektorat Jenderal.
"Kalau mau coba-coba silakan coba sendiri. Akan tetapi, tanggung jawab sendiri dan berurusan dengan hukum. Sebab, semua penggunaan dana apa pun harus transparan. Jadi, tidak boleh penggunaan dana untuk partai dan pemilu," tandasnya.
Namun, menurut Sofyan, jika secara pribadi dan dengan dana pribadi mau membantu partai politik, silakan saja. "Asal juga bantuannya itu harus sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," tutur Sofyan. (HAR)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang