Agar Gairah Seks Tetap Panas

Kompas.com - 23/07/2008, 13:56 WIB

Anda merasa kemesraan di tempat tidur menurun belakangan ini? Padahal, menurut terapis seks Paula Hall, setiap pasangan sebaiknya memiliki waktu rutin untuk menyalurkan dorongan seksual. Dengan begitu, Anda dan pasangan dapat menjaga kesehatan tubuh sekaligus menjaga kehangatan hubungan.

Nah, buat Anda dan pasangan yang sama-sama sibuk, ada beberapa resep dari para terapis seks agar Anda berdua dapat mempertahankan kualitas seks dan hubungan terus hangat.

Kembalikan Sisi Sensual Anda
Banyak perempuan melupakan sisi sensual dan memakai pakaian seadanya kala bercinta. Dengan mengenakan pakaian seksi, Anda akan lebih tertarik pada seks. Pasangan yang melihat pun ikut tertarik.

Fokus Pada Hal yang Menggairahkan 
Menurut Aline Zoldbrod PhD, terapis hubungan dan pengarang buku Sex Talk, kunci nomor satu agar kehidupan seks Anda memuaskan adalah tahu apa yang membuat Anda bergairah di tempat tidur. Dengan fokus, bisa menghemat waktu foreplay.

Selalu Kontak Fisik 
Ingat kan, pelukan 6 detik yang dilakukan rutin bisa membuat Anda berdua merasakan efek penuh kedekatan dan kasih sayang? Mulai sekarang, jangan lupa memberinya ciuman tiba-tiba atau belaian mesra, kapan pun.

Pikirkan Seks Saja!
Karena bisa melakukan dan memikirkan berbagai hal sekaligus, pikiran perempuan mudah terganggu, termasuk saat bercinta. Bila ada masalah, sebelumnya diskusikan dulu dengan pasangan. Saat berhubungan seks, jangan pikirkan hal lain kecuali seks!

"Speak Up"!
Merasa kecewa karena tidak terpuaskan bisa terjadi berulang-ulang jika Anda diam saja. Katakan terus terang apa yang Anda inginkan. Dengan cara ini, pasangan tidak tersinggung dan Anda mendapat kepuasan. Sebaliknya, jika aktivitas seks Anda memuaskan, jangan lupa puji dia.

Bercinta Saat Tidak Mood
Ada saatnya, entah karena lelah atau bad mood, kita tidak menginginkan seks. Namun, jika pasangan mengajak bercinta, Aline Zoldbrod PhD menyarankan untuk mengikuti arus saja. Jika pasangan tahu bagaimana harus merangsang Anda, mood yang sedang jelek itu pasti akan berubah. Percaya deh!

Yang Penting Kualitas
Paula menganjurkan agar lebih mementingkan kualitas daripada kuantitas hubungan seksual. Tak ada untungnya Anda bercinta dengan terburu-buru. Kepuasan belum tentu Anda nikmati. Rencanakan dengan baik kapan ingin berhubungan seks. Jadi, seluruh manfaat dari seks yang menyenangkan dapat diperoleh.

Sesekali Spontan
Bagi sebagian orang, melakukan sesuatu yang terencana sering kali membosankan. Ini juga berlaku dalam urusan seks. Sesekali, tinggalkan dulu rencana yang telah disusun rapi. Luangkan waktu untuk mandi bersama pasangan di akhir minggu. Jika memungkinkan, check in ke sebuah hotel di pinggir kota juga seru.

Nikmati dengan Maksimal
Agar merasakan kenikmatan saat berhubungan seks di waktu yang minim, diskusikan dengan pasangan cara yang dapat Anda berdua nikmati. Selain menghangatkan suasana, cara ini juga membuat Anda berdua tidak banyak buang waktu. Keterbukaan membuat Anda berdua mendapatkan kualitas hubungan yang bagus.

Give Him A Break
Bagi pria, seks juga bisa jadi membosankan. Terlebih jika Anda menolak ajakan eksplorasi. Perlihatkan bahwa Anda juga menginginkannya. Bagi para lelaki, tatapan dan kata-kata penuh godaan bisa meluluhkan hati yang lelah dan mengobarkan kembali gairah.

Mencoba sesuatu yang baru
Anda bisa mencoba tempat lain selain kamar, misalnya di bathtub, sofa di ruang tengah, atau mencoba standing sex di salah satu sudut ruang yang sepi. Jika takut terganggu tamu yang sewaktu-waktu mampir, mengapa tak mencoba menyewa sebuah kamar di hotel?

Pesan "Nakal" 
Untuk menghidupkan kembali getar-getar asmara yang meredup, mengapa tidak coba "mengganggunya"? Anda boleh kok mengirim pesan "nakal" ke ponselnya atau ke e-mail pribadinya.

Tanpa perlu banyak usaha, Anda dan pasangan akan memperoleh kembali getar-getar asmara. Plus, kehidupan seks yang terus "memanas".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau