Cancer Center Pertama di Indonesia yang Miliki Clinical Cyclotron

Kompas.com - 23/07/2008, 23:08 WIB

JAKARTA, RABU - Pusat pengobatan penyakit kanker pertama dengan peralatan lengkap dan mutakhir di Indonesia, Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan Belgia, IBA untuk pembelian clinical cyclotron yang memp roduksi isotop.

Penandatanganan nota kesepahaman ini dihadiri pendiri Grup Lippo Mochtar Riady, Duta Besar Belgia untuk Indonesia Marc Trenteseau, President Mochtar Riady Institute for Nanotechnology Prof Susan Tai, CEO Siloam Hospitals dr Gershu Pa ul dan President IBA Molecular Equipment Olivier Van Der Borght, Rabu (24/7).

Mochtar Riady mengatakan, tujuan penyediaan peralatan canggih itu untuk mengatasi masalah kanker di Indonesia. Badan Kesehatan Dunia WHO melaporkan kanker merupakan penye bab utama kematian di seluruh dunia dan diperkirakan akan meningkat 50 persen pada tahun 2020. Deteksi dini dan pengobatan yang efektif merupakan dua kunci keberhasilan penanganan kanker setelah langkah pencegahan.

Hampir 800.000 orang Indonesia ter serang beragam jenis kanker setiap tahun namun pelayanan untuk penyakit ini tidak cukup tersedia. Hanya ada beberapa rumah sakit yang menyediakan pelayanan dasar radiasi di Pulau Jawa. Beberapa terapi seperti Radio-Immunotherapy (RIT) dan brachytherapy d osis tinggi Cyclotron saat ini tidak tersedia karena kurangnya fasilitas dan keahlian.

MRCCC bermitra dengan IBA, pemimpin dalam bidang pengobatan molekular di dunia untuk melawan kanker. IBA juga pemimpin dalam desain dan pembuatan Single Photon Emis sion Computed Tomography dan Positron Emission Tomography cyclotrons dan sistem kimiawi yang digunakan untuk pembuatan radiofarmasi untuk prosedur diagnostik dengan pengobatan nuklir.      

MRCCC akan menjadi pusat pengobatan kanker terlengkap di Indonesia, yang dapat menangani beragam penyakit kanker. MRCC menjadi rumah sakit swasta berstandar internasional di pusat Jakarta yang menggunakan peralatan mutakhir yang dipadukan dengan generasi terbaru sistem IT.        

Building of Hope MRCCC, demikian nama rumahsakit kanker ini, dibangun 29 lantai dan berkapasitas 210 tempat tidur. Lokasinya dekat Hotel The Aryaduta Suites dan Plaza Semanggi. Luas rumah sakit ini seluruhnya 53.000 m2 dan akan beroperasi pada kuartal keempat tahun 2009.

MRCCC akan menyediakan pemeriksaan untuk kanker payudara, kanker usus besar, kanker serviks, kanker paru-paru, dan kanker di daerah kepala dan leher, serta jenis kanker lainnya.          

MRCCC akan menjadi salah satu rumah sakit pertama di Indonesia yang menggunakan komputerisasi terintegrasi dan sistem informatika digital yang menghubungkan imaging, patologi, farmasi dan layanan lainnya di rumah sakit. "Ini akan meningkan efisiensi dan keakuratan dalam pelayanan," papar Corporate PR & Communications Manager Siloam Hospitals Group, Mariana Tarunadjaja.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau