Ferguson: Pemain Chelsea Kedaluwarsa

Kompas.com - 23/07/2008, 23:30 WIB

JOHANNESBURG, RABU - Musim 2008/09 belum dimulai. Namun, pelatih Manchester United Alex Ferguson sudah menyulut perang urat syaraf. Sasarannya siapa lagi kalau bukan Chelsea. Fergie yakin, pelatih baru Chelsea, Luiz Felipe Scolari tidak akan mampu memberikan gelar untuk The Blues karena pemain-pemainnya terlalu tua.

Menurut Fergie, Chelsea jauh lebih bagus ketika diasuh oleh Jose Mourinho. Pelatih berusia 66 tahun tersebut mengakui, kekuatan tim yang dibangun Mourinho memang sempat membuatnya kewalahan. Dua gelar Liga Inggris di awal kepelatihannya menjadi bukti bahwa mantan pelatih FC Porto itu memang menjadi momok bagi Fergie.

Begitu Avram Grant menggantikan "The Special One", julukan Mourinho, kekuatan The Blues tidak lagi menjadi lawan berarti bagi "Setan Merah". Kini, Scolari datang ke Stamford Bridge dengan harapan dapat mengembalikan pamor tim. Namun, Scolari justru memilih pemain berumur seperti Deco.

"Jika kembali ke masa Mourinho, penampilan mereka menggentarkan kami. Tapi (kini) susah melihat perkembangan besar dalam tim. Saya tidak melihat perkembangan dalam tim yang berkekuatan pemain berusia 30 tahun," komentar Fergie terhadap skuad besutan Scolari.

"Saya tidak perlu menyebutkan bahwa mereka pemain tua karena, dengan metode pelatihan modern, kamu mestinya bisa bermain dalam usia 30an. Maksud saya adalah saya tidak melihat progres yang barus dalam sebuah tim yang beranggotakan pemain 30an tahun," lanjutnya.

Perkataan Fergie itu memang ada benarnya, terutama jika melihat kekuatan serangan Chelsea. Coba lihat Frank Lampard, Didier Drogba, dan Deco yang umurnya sudah berkepala tiga. Michael Ballack, Ricardo Carvalho, dan Andriy Shevchenko bahkan sudah melewati masa 31 tahun. Tahun depan Nikolas Anelka akan menginjak usia 30 tahun. Hanya Salomon Kalou yang masih muda, yakni 22 tahun. Yang lainnya berusia 25-28 tahun, termasuk kapten John Terry, Asley Cole, dan Joe Cole.

Minus Deco, skuad tersebut sebetulnya menjadi kekuatan tangguh di bawah asuhan Grant. Namun, mereka tetap saja tak dapat menandingi darah muda MU yang musim lalu berhasil merebut dua gelar sekaligus. Kini Scolari masih mempertahankan tim tersebut dan Fergie yakin mantan pelatih Brasil dan Portugal itu tidak dapat melampaui prestasi Mourinho.

"Avram Grant melakukan pekerjaan yang bagus musim lalu tapi Mourinho memenangkan gelar selama dua tahun berturut-turut dan mengalahkan kami di final Piala FA. Tidak ada seorang pun yang dapat memecahkan rekor Mourinho," lanjutnya.

Fergie menambahkan, musim depan MU masih akan melanjutkan keperkasaannya karena tim mereka didominasi pemain-pemain muda seperti Anderson, Wayne Rooney, Carlos Tevez, Nani, dan bintang mereka Cristiano Ronaldo. Pelatih asal Skotlandia itu yakin, pemain muda ini akan terus berkembang dan semakin percaya diri apalagi setelah musim lalu mereka merebut juara Liga Inggris dan Champions. (SUN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau