JAKARTA, RABU - Meski sudah dapat dilalui, jembatan layang Ciputat baru akan beroperasi penuh mulai pertengahan Agustus. Jembatan sepanjang 1,4 kilometer atau tepatnya 1.448 meter itu saat ini masih dalam tahap penyelesaian akhir.
"Secara fisik sebenarnya sudah selesai hanya saja serah terima proyek tersebut dari kontraktor kepada Ditjen Bina Marga baru bisa dilakukan setelah 2 Agustus," kata Dirjen Bina Marga Hermanto Dardak saat meninjau ke lokasi, Rabu (23/7). Kehadiran jembatan layang Ciputat ini diharapkan menjadi solusi kemacetan lalulintas yang kerap melanda kawasan tersebut, saat jam-jam sibuk akibat adanya pasar Ciputat.
Ia menjelaskan proyek tersebut mulai dibangun pada 4 April 2007 dan selesai 2 Agustus 2008. Jembatan ini dibangun menggunakan dana pinjaman luar negeri yang berasal dari Jepang sebesar Rp97,421 miliar. Dana tersebut belum termasuk biaya pembebasan lahan yang menjadi tanggung jawab sepenuhnya Pemerintah Kabupaten Tangerang sebesar Rp50 miliar.
"Kita berharap pengoperasian jembatan layang ini dapat mengurai simpul kemacetan yang selama ini terjadi di daerah Ciputat, terutama untuk kendaraan dari arah Lebak Bulus menuju Parung dan Pamulang serta arah sebaliknya," kata Hermanto Dardak, yang pada saat peninjauan didampingi Wakil Bupati Tangerang Rano Karno.
Sementara itu, Direktur Bina Teknis Ditjen Bina Marga Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan jembatan layang Ciputat ini merupakan satu dari tujuh paket proyek serupa yang dikerjakan Departemen PU di wilayah Jabodetabek. Dana pembangunan ketujuh proyek tersebut berasal dari pinjaman JBIC senilai Rp482 miliar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang