Audit Daftar Pemilih untuk Jamin Hak Pemilih

Kompas.com - 24/07/2008, 13:34 WIB

JAKARTA, KAMIS - Permasalahan yang sering terjadi dalam setiap Pemilu atau Pilkada adalah mengenai daftar pemilih. Seringkali terjadi protes dari warga yang memiliki hak pilih, karena mereka tak terdaftar untuk menggunakan suaranya. Hal ini disebabkan daftar pemilih yang tidak lengkap dan tidak akurat. Akibatnya, berpotensi menimbulkan sengketa antar peserta Pemilu, juga mengesampingkan hak warga negara.

Guna melakukan verifikasi dan menjamin kualitas daftar pemilih, Lembaga Penelitian, Pendidikan & Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) bersama National Democratic Institute (NDI) akan melakukan program Audit Daftar Pemilih (ADP).

Program ini bertujuan melakukan verifikasi terhadap akurasi daftar pemilih dan mengevaluasi kualitas proses pendaftaran pemilih dalam hal komprehensivitas dan keterkinian. "Audit ini juga bertujuan untuk menjamin hak pemilih Indonesia terdaftar sebagai pemilih, mencegah terjadinya manipulasi, menginformasikan pemilih terkait dengan proses pendaftaran pemilih," jelas Kepala Divisi Penelitian LP3ES, Fajar Nursahid di Jakarta, Kamis (24/7).

ADP akan dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah yang pernah juga dilakukan dalam Pemilu 2004, Pilkada NAD 2006 dan Pilgub Jakarta 2007. Polanya adalah audit dua arah (two-way audit) yaitu tes dari daftar ke pemilih dan tes dari pemilih ke daftar.

Tes dari daftar ke pemilih, untuk memastikan nama yang ada dalam daftar pemilih adalah orang yang sebenarnya dan memenuhi syarat untuk memilih. Sementara tes dari pemilih ke daftar dimaksudkan untuk mengecek apakah terdapat orang yang memenuhi syarat menjadi pemilih, namun namanya tidak terdapat dalam daftar pemilih sementara.

Program ADP akan dilaksanakan mulai tanggal 7 hingga 10 AGustus 2008, dengan menjaring informasi dari 8874 responden yang tersebar di 33 provinsi. Selain sample nasional, akan dilihat juga kualitas data di beberapa wilayah secara khusus di Aceh, Jakarta, Kalimantan Barat, Kupang, Kota Yogyakarta, dan wilayah Indonesia Timur. Hasilnya akan diumumkan pada 19 Agustus 2008 mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau