JAKARTA, KAMIS-Sebanyak empat ratus orang yang tergabung dalam Pos Komunikasi Penyelamat Kehidupan Bangsa (PK-PKB) mendatangi kantor KPU pusat. Mereka menyerukan kepada KPU supaya menyeleksi lebih selektif setiap calon presiden (capres) maupun calon legislatif (caleg).
Menurut Sudirja, salah satu koordinator aksi, mereka perlu mendatangi KPU untuk memberikan masukan serta aspirasi dari masyarakat bawah yang tergabung dalam PK-PKB. "Kami menyarankan kepada masyarakat untuk memeriahkan pesta pemilu apabila prosesnya dapat dipercaya. Dan melakukan aksi golput, bila para capres dan caleg kurang memihak pada kepentingan rakyat," kata Sudirja, saat ditanya para wartawan di depan kantor KPU, Jakarta, Kamis (24/7).
Massa PK-PKB yang terdiri dari Aliansi Petani Bersatu (APB), Barisan Buruh Nasional (BBN) dan Suara Anak Nelayan (SAN) datang menggunakan lima buah metromini dan beberapa keadaraan pribadi. Aksi mereka sempat memacetkan arus kendaraan yang melintas di Jalan Imam Bonjol, Jakarta, karena sebelum memasuki kantor KPU, mereka sempat mengelar aksi teatrikal dengan menampilkan beberapa orang yang berdandan ala topeng monyet.
Akhirnya sebanyak lima belas orang diperbolehkan masuk ke dalam kantor KPU, untuk bertemu dan menyampaikan aspirasinya kepada anggota KPU. "Kami meminta kepada KPU untuk dilibatkan dalam pembuatan maupun perubahan undang-undang yang mengatur tentang pemilihan capres dan caleg, supaya para pemimpin lebih memihak kepada rakyat," sebut Hamdani C.H, salah satu anggota PK-PKB yang ikut menemui anggota KPU.
Sedangkan KPU yang diwakili oleh salah satu anggotanya, Syamsul Bahri, meminta kepada massa PK-PKB untuk tidak melakukan aksi golput dalam pemilu 2009. "Jangan melakukan aksi golput, sebab itu tidak sesuai dengan undang-undang. Untuk sementara, saran anda semua akan kami tampung dan akan kami sampaikan pada yang bersangkutan. selain itu, hendaknya anda juga menyampaikan aspirasi itu langsung pada capres maupun caleg yang bersangkutan untuk memberikan yang terbaik dan lebih memihak pada kepentingan rakyat," jawab Syamsul.
Setelah bertemu dengan perwakilan dari KPU, massa FK-PKB melanjutkan orasinya dengan menggelar aksi long-march menuju bundaran Hotel Indonesia.(C11-08)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang