Wapres Dukung Reli Dunia di Sulawesi Selatan

Kompas.com - 25/07/2008, 12:20 WIB

JAKARTA, JUMAT - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla mendukung penuh penyelenggaraan kejuaraan reli  dunia (World Rally Championship) pada Juni 2010 di lokasi Pabrik Gula Takalar di Kecamatan Polombangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Indonesia bersama Rusia dan Bulgaria menjadi kandidat kejuaraan balap mobil dunia tersebut. Demikian disampaikan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Juliari P Batubara saat memberikan keterangan pers seusai diterima Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (25/7) siang ini.

Ari, sapaan Juliari, didampingi Presiden Direktur PT Bloedus Management Indonesia (BMI) Jeffrey JP, selaku promotor nasional reli dan juga pelaksana WRC 2010 nanti. Dalam rombongan itu tidak tampak putra keempat Wapres, Solihin Kalla  yang pernah memimpin BMI.

Rally nanti  direncanakan akan diikuti sekitar 50 peserta pereli asing, di antaranya pereli dunia yang berasal dari 12 negara, seperti Inggris, Finlandia, Australia, Jepang, Jerman, Thailand, Malaysia, India, New Zealand, dan juga Indonesia. Kejuaraan ini diperkirakan menghabiskan dana—selama 2008-2009 dan 2010—sebesar 3,5 juta dollar AS yang bersumber dari sponsor. Devisa yang bisa diperoleh Pemprov Sulsel dari penyelenggaraan acara itu rata-rata Rp 7 miliar-Rp 11 miliar.

"Wapres akan mendukung dan akan mengingatkan Pemda Sulsel untuk ikut mendukung kejuaraan balap mobil dunia tersebut. Sebab, selain memberikan dampak kepada olahraga otomotif serta citra negara, juga bisa memberikan dampak bagi perekonomian di daerah tersebut dan juga di Indonesia," kata Ari, mengutip Wapres Kalla.

Menurut penasihat dari Federasi Otomotif Internasional (Federation Intenational d'Automobile /FIA) untuk Indonesa, Piero Sodano, yang ikut menyertai pertemuan dengan Wapres Kalla, Indonesia sangat bisa menjadi tuan rumah penyelenggaraan WRC. Perlu upaya peningkatan persiapan infrastruktur kejuaraan dan keselamatan peserta dan masyarakat di sekitar lokasi kejuaraan. Jeffry menambahkan, keyakinan Indonesia bisa menjadi tuan rumah di acara bergensi dunia itu didasari atas terpenuhinya unsur-unsur yang disebutkan Piero tadi, termasuk kemampuan sumber daya manusianya. "Apalagi, Wapres Kalla setiap kali ke sana selalu menyempatkan meninjau pembangunan infrastruktur bandara, jalan tol, dan lainnya, agar bisa segera diselesaikan," ujarJeffry. (Har)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau