JAKARTA, JUMAT - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla mendukung penuh penyelenggaraan kejuaraan reli dunia (World Rally Championship) pada Juni 2010 di lokasi Pabrik Gula Takalar di Kecamatan Polombangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Indonesia bersama Rusia dan Bulgaria menjadi kandidat kejuaraan balap mobil dunia tersebut. Demikian disampaikan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Juliari P Batubara saat memberikan keterangan pers seusai diterima Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (25/7) siang ini.
Ari, sapaan Juliari, didampingi Presiden Direktur PT Bloedus Management Indonesia (BMI) Jeffrey JP, selaku promotor nasional reli dan juga pelaksana WRC 2010 nanti. Dalam rombongan itu tidak tampak putra keempat Wapres, Solihin Kalla yang pernah memimpin BMI.
Rally nanti direncanakan akan diikuti sekitar 50 peserta pereli asing, di antaranya pereli dunia yang berasal dari 12 negara, seperti Inggris, Finlandia, Australia, Jepang, Jerman, Thailand, Malaysia, India, New Zealand, dan juga Indonesia. Kejuaraan ini diperkirakan menghabiskan dana—selama 2008-2009 dan 2010—sebesar 3,5 juta dollar AS yang bersumber dari sponsor. Devisa yang bisa diperoleh Pemprov Sulsel dari penyelenggaraan acara itu rata-rata Rp 7 miliar-Rp 11 miliar.
"Wapres akan mendukung dan akan mengingatkan Pemda Sulsel untuk ikut mendukung kejuaraan balap mobil dunia tersebut. Sebab, selain memberikan dampak kepada olahraga otomotif serta citra negara, juga bisa memberikan dampak bagi perekonomian di daerah tersebut dan juga di Indonesia," kata Ari, mengutip Wapres Kalla.
Menurut penasihat dari Federasi Otomotif Internasional (Federation Intenational d'Automobile /FIA) untuk Indonesa, Piero Sodano, yang ikut menyertai pertemuan dengan Wapres Kalla, Indonesia sangat bisa menjadi tuan rumah penyelenggaraan WRC. Perlu upaya peningkatan persiapan infrastruktur kejuaraan dan keselamatan peserta dan masyarakat di sekitar lokasi kejuaraan. Jeffry menambahkan, keyakinan Indonesia bisa menjadi tuan rumah di acara bergensi dunia itu didasari atas terpenuhinya unsur-unsur yang disebutkan Piero tadi, termasuk kemampuan sumber daya manusianya. "Apalagi, Wapres Kalla setiap kali ke sana selalu menyempatkan meninjau pembangunan infrastruktur bandara, jalan tol, dan lainnya, agar bisa segera diselesaikan," ujarJeffry. (Har)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang