JAKARTA,JUMAT - Meski sektor perkebunan rebound, Bursa Efek Indonesia atau BEI akhir pekan masih terjerembab di zona merah, karena terseret saham-saham perbankan yang memerah. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG Jumat (25/7) sore ditutup turun 11,710 poin (0,52 persen) pada 2.245,344.
Demikian juga dengan indeks Kompas100 yang berkurang 3,005 poin (0,54 persen) ke level 549,148. Kemudian indeks LQ45 melemah 3,672 poin (0,78 persen) menjadi 470,962. Serta Jakarta Islamic Index (JII) turun tipis 0,653 poin (0,18 persen) ke posisi 371,980.
Saham perbankan terkena aksi profit taking setelah beberapa hari terakhir terus memimpin penguatan. Sehingga menyeret indeks ke area negatif. Sebanyak 99 saham turun mendominasi perdagangan hari ini dibanding 81 saham naik dan 70 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 2,648 miliar saham dengan nilai Rp 4,346 triliun dari 60.253 kali transaksi.
Saham-saham yang merah dan masuk top lossers antara lain Bank BRI (BBRI) turun Rp 400 ke Rp 6.000. Timah (TINS) turun Rp 400 ke Rp 30.100 . PT Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 13.150. Astra International (ASII) turun Rp 200 ke Rp 22.350. Bank BCA (BBCA) turun Rp 100 ke Rp 2.950. Bank Danamon (BDMN) turun Rp 100 ke Rp 5.500. Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 ke Rp 2.900.
Sedangkan saham-saham yang bertahan di top gainers antara laiAstra Agro Lestari (AALI) naik Rp 1.550 ke Rp 21.750. London Sumatra (LSIP) naik Rp 750 ke Rp 7.900. HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 250 ke Rp 11.150. Serta Sampoerna Agro (SGRO) naik Rp 175 ke Rp 3.125.
Sementara mayoritas indeks bursa saham regional juga terperosok di zona merah, dengan dipimpin indeks Hang Seng Hong Kong yang turun 347,01 poin ke 22.740.71 dan indeks Nikkei 225 Jepang, turun 268,55 poin (1,97 persen) pada 13.334,76.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang