Uni Eropa Diskriminasikan Penerbangan Indonesia

Kompas.com - 26/07/2008, 13:09 WIB

Laporan wartawan Kompas Haryo Damardono  

JAKARTA, SABTU- Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Chappy Hakim menilai, Komisi Eropa bersikap diskriminatif terhadap dunia penerbangan Indonesia. Komisi Eropa juga dinilai tidak mempunyai hak melarang maskapai Indonesia terbang ke Eropa atas dasar keselamatan.

"Referensi yang dipakai Komisi Eropa untuk melarang maskapai Indonesia terbang adalah temuan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (International Civil Aviation Organization/ICAO). Padahal, ICAO sendiri pun tidak melarang maskapai kita terbang," ujar Chappy, Sabtu (26/7) di kantornya di Jl Cipaku II, Jakarta Selatan.

Menurut Chappy yang pernah memimpin tim Indonesia untuk beraudiensi dengan Komisi Eropa di Brussel, alasan teknik yang dikemukakan Komisi Eropa terkesan mengada-ada.

"Saya mengakui ada kekurangan-kekurangan. Di antaranya, pengawasan penerbangan yang tidak terlalu optimal. Tetapi, jangan mencampuradukkan dengan kewenangan suatu negara untuk dapat menekan negara lain," ujar Chappy.

Sebelumnya diberitakan, Komisi Uni Eropa memperpanjang larangan te rbang maskapai Indonesia menuju regional Eropa diperpanjang. Pemerintah selaku regulator penerbangan diminta membuktikan diri terlebih dahulu upaya peningkatan keselamatan penerbangan.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Pierre Phillipe menyampaikan hal itu langsung kepada Menteri Perhubungan, Kamis (24/7) di Ruang Kerja Menteri Perhubungan, di Jalan Merdeka Barat, Jakarta. Evaluasi Uni Eropa berikutnya baru dilakukan November 2008.

Sejak Juni 2007, Komisi Uni Eropa telah menetapkan larangan terbang bagi 51 maskapai di Indonesia. Meski, tidak ada satu pun maskapai Indonesia yang mempunyai rute terbang ke Eropa.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau